Berita

waduk karian/net

KPK Diminta Segera Usut Proyek Waduk Karian di Banten

SELASA, 22 APRIL 2014 | 18:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

​RMOL. Di antara berbagai dugaan kasus korupsi di Banten dan terjadi di era Gubernur Ratu Atut Chosiyah yang harus diusut adalah proyek pembangunan Waduk Karian, Ciujung, Banten.

Menurut Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama, dugaan korupsi dalam proyek sebesar Rp 1,1 triliun itu terlihat dalam waktu pembuatan, yang direncanakan sudah dikerjakan sejak 2013 namun hingga saat ini baru akan dilaksanakan. Hal ini juga terlihat dari proses lelang tertutup dan dimenangkan PT Wijaya Karya (Wika)

Kata Haris, sebanyak 80 persen pendanaan pengerjaan waduk ini berasal dari pinjaman Korea Selatan, dan sisanya berasal dari APBN. Pengerjaan waduk ini pun terkesan lamban, padahal dana pengerjaan proyek bendungan ini sudah keluar ratusan miliar rupiah bahkan triliun rupiah.


"Patut dipertanyakan, kenapa proyek ini bermasalah dan baru dijalani setelah banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Banten. Apakah ini bentuk ketakutan dari para mafia di PT Wika yang diduga diketahui oleh Direktur Utama," tanya Haris beberapa saat lalu (Selasa, 22/4).

Karena itu, lanjut Haris, Kamerad meminta KPK dan Kejaksaan Agung untuk mengusut proyek ini yang diduga kuat jadi bancakan pihak penegak hukum. yang salah satunya adalah Kejaksaan di Provinsi Banten. Kamerad juga meminta KPK untuk menyidik Kejaksaan Banten maupun mafia di PT Wika itu sendiri.

"KPK dan Kejaksaan Agung harus segera memeriksa semua proyek-proyek atau tender-tender yang telah dimenangkan oleh PT. Wika karena di duga hampir 80 persen adanya penyimpangan dan korupsi yang menjadi bahan bancakan para Mafia di PT Wika," demikian Haris. [ysa]​

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya