Berita

presiden sby/net

Hanya SBY yang Dipercaya Bisa Mengatasi Deadlock Koalisi

SELASA, 22 APRIL 2014 | 14:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain PDI Perjuangan yang sudah menjalin koalisi dengan Partai Nasdem, sepertinya partai-partai lain mengalami deadlock koalisi. Semua ketua umum partai merasa pantas menjadi capres, hingga tak ada satu pun yang mau mengalah. Dalam kasus lain, seperti dalam kasus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bangunan koalisi dengan pihak luar malah memperokporandakan fondasi di dalam.

Dengan kondisi seperti ini, dipercaya hanya SBY yang bisa memecah kebekuan. Karena itu, diam-diam banyak elit partai yang berharap agar SBY untuk turun tangan langsung dan mengatasi kemacaten. Bagaimanapun, membangun koalisi selama 10 tahun terakhir, membuat SBY paham betul keadaan lapangan, termasuk mental para politisi itu.

Dan SBY juga diyakini, mengerti betul membuat racikan koalisi, semacam lem yang merekatkan satu sama lain. Lem itu bisa bermacam-macam bentuknya, termasuk mahar dan juga pembagian jatah kursi kekuasaan.


Di luar harapan, keinginan, dan kondisi koalisi yang tak menentu itu, SBY sudah memberi sinyal akan benar-benar turun tangan dan membuat poros koalisi sendiri. Hal ini misalnya terlihat jelas dalam video "Suara Demokrat" di Youtube. Dalam video itu, SBY menegaskan, ia hanya mau berkoalisi bila Demokrat berperan siginifikan. Bila cuma pelengkap, oposisi bisa jadi pilihan

"Oposisi yang cerdas, oposisi yang bijak dan membawa manfaat bagi rakyat kita. Dua-duanya masih terbuka dan inilah proses politik yang sedang kami tempuh," katanya, sambil mengatakan bahwa saat ini ia memutuskan untuk 'menyepi' sambil membaca peta politik terkini, hingga bila sudah sampai waktunya, ia akan menyampaikan sikap resmi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya