Berita

arb/net

Golkar Harus Evaluasi ARB untuk Tingkatkan Lagi Daya Tawar

SENIN, 21 APRIL 2014 | 13:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Figur Aburizal Bakrie sudah tidak lagi menjual sehingga bila terus dipaksakan menjadi capres maka posisi tawar Golkar pun akan lemah. Karena itu, mau tak mau, Golkar harus segera mengevaluasi pencapresan dan bahkan kepemimpinan Aburizal Bakrie.

"Sudah tiga pemilu Golkar gagal memenangkan pilpres. Pileg 2014 bahkan mengalami kemerosotan dukungan yang signifikan. Saya kira hal ini ada kaitannya dengan kepemimpinan Aburizal Bakrie," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, beberapa saat lalu (Senin, 21/4).

Karena itu, kata Boni, wacana mengevalusi pencapresan ARB sangat krusial bagi Golkar. Di saat yang sama, Golkar juga harus merumuskan jalan alternatif untuk menyelamatkan gerbong beringin di masa depan.


Boni sendiri mengusulkan beberaoa solusi. Pertama, Golkar mengganti Ical dengan figur lain yang lebih lebih elektabel, diterima publik, dan bisa membangun partai. Kedua, Golkar menyiapkan alternatif pengusungan calon wakil presiden untuk dikawinkan dengan capres dari partai besar lain.

Golkar misalnya bisa mengusung Akbar Tanjung yang senior atau Priyo Budi Santoso yang muda untuk dikawinkan dengan Prabowo. Dan paling mungkin, Golkar bergabung dengan kubu  Prabowo ketimbang Jokowi  karena PDIP  sendiri tidak ingin membangun koalisi berbagi jabatan.

"Solusi kedua ini sangat urgen buat Golkar karena tidak ada harapan untuk memenangkan sendirian pilpres 2014. Belum ada nama yang bisa menyaingi popularitas Jokowi dan Prabowo. Saya kira, dengan posisi sebagai partai terbesar kedua, Golkar punya kekuatan tawar yang strategis untuk membangun koalisi," ujuar Boni

Dan, lanjut Boni, jika hal ini terjadi, maka komposisi pilpres 2014 akan terpeta dalam tiga kekuatan yaitu, kekuatan tengah di belah dua, yakni blok Jokowi (blok J) dan blok Prabowo (blok P), dan kekuatan kanan yaitu gabungan partai-partai  Islam di bawah komando PKS dan PAN.

"Di sana bisa ada PAN dan Demokrat sebagai penguat koalisi. Hanura akan lebih aman bergabung ke PDIP atau ke Gerindra. Tiga komposisi ini akan membuat menarik pertarungan 2014," demikian Boni. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya