Berita

park geun-hye/yonhap

Dunia

KAPAL FERI KOREA SELATAN KARAM

Presiden Korsel Kecam Tindakan Awak Kapal Feri Sewol

SENIN, 21 APRIL 2014 | 12:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengkitik keras perilaku sejumlah awak kapal dari kapal feri Sewol yang karam pekan lalu karena meninggalkan ratusan penumpangnya di dalam kapal dan memilih menyelamatkan diri sendiri.

Park menyebut perilaku tersebut sebagai tindakan serupa pembunuhan.

"Di atas semuanya, tingkah laku kapten dan sejumlah awak kapal sepenuhnya tak terduga dari sudut pandang akal sehat, dan itu seperti tindakan pembunuhan yang tidak bisa dan tidak boleh ditoleransi," kata Park dalam pertemuan dengan sekretaris senior Korea Selatan hari ini (Senin, 21/4).


Park juga berjanji untuk mengungkap semua penyimpangan yang terjadi dalam kasus tenggelamnya kapal yang membawa 476 penumpang itu. Ia berjanji bahwa pihak-pihak yang melakukan penyimpangan akan mendapatkan hukuman pidana dan perdata.

"Kapten tidak mematuhi perintah evakuasi penumpang dari pelayanan lalu lintas kapal dan melarikan diri terlebih dahulu ketika meminta semua penumpang untuk tetap duduk di tempat duduknya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan secara hukum ataupun etika," tegas Park seperti dilansir Yonhap.

Diketahui kapten kapal dan dua awak kapal lainnya telah ditahan, dua hari setelah kejadian tenggelamnya kapal Sewol karena dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.

Park sendiri telah meminta penyidik dan otoritas keamanan untuk mengungkap apakah para awak kapal telah menerima pelatihan keselamatan yang tepat dalam mengoperasikan kapal.

Kapal Sewol diketahui tenggelam dalam perjalananya dari Incheon menuju pulau Jeju pada Rabu (16/4). Hingga Senin pagi (21/4), jumlah korban tewas diketahui mencapai 64 orang, sedangkan 238 lainnya masih belum diketahui nasibnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya