Berita

Politik

Relawan Rakyat untuk Perubahan Gagas Jokowi-Rizal Ramli

SENIN, 21 APRIL 2014 | 12:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Manuver beberapa elite untuk menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 9 Juli mendatang harus disikapi hati-hati. PDI Perjuangan dan Jokowi mesti bijak dan cermat memilih sosok yang bersih.

Koordinator Relawan Rakyat untuk Perubahan (RRP), Tubagus Arief, mengatakan, pihaknya sudah mengantongi satu nama untuk diusulkan kepada Jokowi dan PDIP sebagai calon paling layak untuk dipinang.

Ia menyebut nama Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli atau biasa disapa RR. Dari kajian yang dilakukan para aktivis pro perubahan disimpulkan bahwa komitmen Rizal terhadap perubahan untuk Indonesia tidak perlu diragukan lagi.


"Saat dia menjabat sebagai Menko Perekonomian, RR berhasil memberikan kemajuan untuk ekonomi Indonesia. Yang terpenting, dia tidak memanfaatkan jabatannya untuk korupsi," kata Arief dalam pernyataan persnya, Senin (21/4).

Garis perjuangan RR sampai saat ini tetap berjuang untuk kepentingan rakyat banyak, tidak berpihak pada kekuasaan. Yang tak kalah penting, sosok RR sangat memahami situasi dan perkembangan ekonomi baik lokal dan internasional. Dia juga sangat mumpuni dalam menghadapi serangan musuh-musuh "neoliberal" yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Sekjen RRP, Sojo Prasojo, menambahkan, pihaknya sangat khawatir dengan beredarnya nominasi sejumlah nama yang akan disandingkan dengan Jokowi. Menurutnya, kepemimpinan Jokowi akan rusak jika salah memilih pendamping.

"Dari usia, Rizal Ramli tergolong pemimpin muda. Selain itu, dia bukan tipikal politisi yang suka melawan atasannya. Jokowi harus memilih wakil yang loyal dengan dirinya," kata Singgih.

Ia juga mengajak semua kalangan untuk bergabung dengan RRP. Ia yakin, dengan banyaknya pihak yang bergabung, cita-cita untuk menjadikan Indonesia lebih baik akan lebih mudah diwujudkan.

"Kami sangat terbuka dengan siapapun yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik," pungkasnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya