Berita

ppp/net

Diharapkan Jadi Penggerak Koalisi Islam, Eh PPP Malah Kabur Duluan

SENIN, 21 APRIL 2014 | 10:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di saat partai-partai politik berbasis massa Islam dan para tokoh umat Islam tengah berupaya membangun komunikasi untuk menyatukan kekuatan politik Islam, Suryadharma Ali justru memilih desersi dan buru-buru menyatakan dukungan PPP untuk pencapresan Prabowo.

"Dukungan resmi PPP terhadap pencapresan Prabowo itu terlalu tergesa-gesa. Saya sungguh tidak habis pikir dengan sikap dari kelompok SDA tersebut," kata pengamat politik Said Salahuddin kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 21/4).

Menurut Said, sikap kelompok SDA itu bisa dikatakan bertolakbelakang dengan khittah PPP sendiri sebab hakikat perjuangan, cita-cita politik, dan jati diri partai itu seolah lenyap. Tagline PPP sebagai "Rumah Besar umat Islam" pun seolah menjadi slogan tanpa arti. Padahal PPP seharusnya menjadi motor penggerak untuk membangun blok politik Islam.


"Loh kok ini justru sebaliknya?" kata Said, yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma).

Said menggarisbawahi, sebetulnya bukannya tidak boleh PPP atau parpol Islam yang lain mendukung capres dari kelompok nasionalis, seperti Prabowo atau Jokowi. Tetapi semestinya PPP dan parpol Islam lainnya terlebih dahulu mengoptimalkan gagasan untuk membentuk blok politik Islam sebagai bentuk penghormatan dan respons atas aspirasi kelompok pemilih Islam

"Sebab, ditinjau dari sisi raupan suara dan ketersediaan tokoh yang bisa dimajukan sebagai capres-cawapres, parpol-parpol berbasis massa Islam ini punya modal besar untuk menandingi capres dari parpol-parpol nasionalis," demikian Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya