Berita

ilustrasi/net

PELECEHAN ANAK DI JIS

Ada Kesan Cuci Tangan di Balik Usulan Menutup JIS

SENIN, 21 APRIL 2014 | 09:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh harus mencari cara yang tepat dalam menindak sekolah Jakarta International School (JIS), dan bukan semata dengan menutupnya karena akan jadi preseden buat sekolah di Indonesia

Demikian disampaikan anggota Koalisi Perlindungan Pendidikan Anak, M. Ihsan. Menurut M. Ihsan, pemerintah adalah lembaga yang bertanggung jawab terhadap semua aktivitas masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Maka ketika ada sekolah yang tidak punya izin bertahun-tahun, maka yang wajib bertanggung jawab pertama adalah pemerintah karena telah lalai menjalankan kewajibannya, dan kedua baru pihak penyelenggara pendidikan.

"Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Kemdikbud terkesan cuci tangan dan menunggangi pemberitaan kasus JIS dengan mendesak penutupan TK JIS," kata Ihsan dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 21/4).


Ihsan menegaskan, kika ada sekolah yang terbukti bersalah, maka ada tahapan untuk pembinaan dan menyelamatkan anak-anak yang ada di sekolah tersebut. Dan usulan Dirjen Paudni Kemdikbud jelas bukan proses pembinaan.

"Izin TK dikeluarkan oleh pihak pemerintah daerah, maka seyogyanya yang menutup adalah pemda karena itu kewenangan pemda dalam otonomi daerah, jangan sampai kemendikbud dituntut balik karena mal pratek birokrasi," tegas Ihsan sambil meminta Mendikbud tidak dikendalikan oleh dirjen yang terkesan cuci tangan dari persoalan carut marutnya sistem pendidikan dan pengawasan oleh pemerintah.

"Mari berfikir jernih dan fokus pada upaya menghukum pelaku dan siapapun yang bersalah termasuk pihak sekolah, jangan sampai penutupan JIS menjadi dasar bagi aparat pemerintah di bawah untuk menakut-nakuti sekolah dan melakukan kutipan liar agar sekolah tidak ditutup. Kita tunggu langkah Mendikbud dalam menyelesaikan masalah ini agar berpihak pada kepentingan anak, bukan cuci tangan dan buang badan," demikian Ihsan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya