Berita

milisi pro rusia/net

Dunia

Amerika Serikat Ancam Beri Sanksi Ekonomi untuk Rusia

SABTU, 19 APRIL 2014 | 21:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan menerapkan sanksi ekonomi kepada Rusia jika gagal menjalankan kesepakatan internasional terbaru untuk meredakan konflik di Ukraina.

Ancaman ini disampaikan langsung oleh penasehat keamanan AS Susan Rice di Washington sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 19/4).

"Jika kami tidak melihat aksi yang sepadan dengan komitmen Rusia kemarin (Kamis) di Jenewa. Kami dan mitra Eropa kami akan menerapkan sanksi tambahan terhadap Rusia," ujarnya.


Pernyataan Susan Rice ini merupakan tanggapan atas sikap separatis pro-Rusia di sejumlah kota yang menolak meninggalkan gedung-gedung yang mereka duduki di Ukraina. Juru bicara separatis di Kota Donetsk mengatakan bahwa pemerintahan Kiev "ilegal" dan berjanji tidak akan meninggalkan gedung pemerintahan sampai pemerintahan itu berakhir.

Dalam pertemuan Jenewa, Kamis (17/4) lalu, Rusia, Ukraina, Amerika Serikat, dan Uni Eropa berhasil menyepakati beberapa poin. Salah satu poin kesepakatan tersebut adalah bahwa seluruh massa pro-Rusia diharuskan meninggalkan gedung-gedung pemerintahan yang kini mereka duduki sembari menyerahkan seluruh senjata api yang  mereka miliki.

Terdapat pula poin yang mengatakan bahwa seluruh kelompok militer ilegal di wilayah Ukraina harus segera dibubarkan. Dikatakan dalam kesepakatan itu bahwa Pemerintah Ukraina akan memberikan amnesti kepada seluruh massa pro-Rusia. Bahkan ada muncul pula spekulasi bahwa nantinya wilayah-wilayah yang didominasi oleh penduduk beretnik dan berbahasa Rusia akan memperoleh hak otonomi tersendiri.[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya