Berita

Dunia

Sebelum hilang, MAS MH370 Terbang Hampir di Ketinggian Maksimal

SABTU, 19 APRIL 2014 | 09:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pesawat Malaysia Airlines (MAS) penerbangan MH370 secara drastis menyimpang dari rute yang dijadwalkan untuk kemudian terbang di atas ketinggian rata-rata.

Analisa terbaru itu dibocorkan oleh seorang sumber senior di penerbangan Malaysia kepada CNN tanpa menyertakan namanya.

Pesawat tersebut seharusnya terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret lalu. Namun pesawat berjenis Boeing 777-ER itu diketahui menyimpang dari rute sebelumnya dengan memutar ke kiri di atas wilayah perairan Vietnam.


Sesaat setelah berubah arah, pesawat kemudian naik ke ketinggian 39 ribu kaki, mendekati batas aman ketinggian pesawat Boeing, yakni 41 ribu kaki. Pesawat terbang pada ketinggian tersebut selama sekitar 20 menit melintasi Semenanjung Malaysia sebelum akhirnya menurunkan ketinggian.

Namun sumber itu menyebut bahwa nasib pesawat yang mengangkut total 239 orang itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Selain analisa baru, sumber tersebut juga melansir fakta mengenai adanya empat pemancar pendeteksi lokasi darurat atau emergency locator transmitters (ELTS) yang dirancang untuk dapat mengirimkan lokasi pesawat ke satelit darurat bila dipicu oleh kecelakaan atau adanya kontak dengan air.

Keempat ELTS tersebut, jelasnya, berada di pintu depan, pintu belakang, di dalam, serta di kokpit pesawat.

Karena itu sumber tersebut mempertanyakan mengapa sinyal darurat tersebut tidak aktif.

Akan tetapi informasi terbaru itu belum mendapat sanggahan ataupun pembenaran dari pihak MAS.

MAS hanya menyebut bahwa pihaknya tidak bis amengomentari pertanyaan yang berhubungan dengan informasi yang dimiliki oleh pemerintah atau informasi yang secara yuridksi masih berada dalam penyelidikan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya