Berita

Jumhur: Penolakan Sebagian Kecil Mahasiswa ITB pada Jokowi Sangat Politis

KAMIS, 17 APRIL 2014 | 18:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Penolakan sebagian kecil mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap kedatangan Jokowi sangat politis dan tidak mencerminkan penolakan keluarga besar mahasiswa ITB keseluruhan.

"Dari selebaran yang saya peroleh, penolakan itu bukan dilakukan oleh Pengurus KM-ITB yang boleh resmi mengatasnamakan seluruh mahasiswa ITB," kata Deklarator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), Moh Jumhur Hidayat, Kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 17/4).

Dalam selebaran itu, ungkap Jumhur, memang ada pesan tersirat yang tak mau ada politisasi kampus. Namun begitu, harus ditegaskan, kedatangan Jokowi ke ITB adalah dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI yang sangat penting diketahui pandangannya tentang City Planning, Urban Development dan sebagainya. Tentu saja, kampus ITB perlu mengetahui langkah-langkah nyata yang sudah dan akan dilakukan Jokowi di Jakatarta maupun yang sudah dilakukan di Solo.

"Karena itu, melihat kejadian ini saya beranggapan justru sebagian mahasiswa itu yang sangat politis karena melakukan tindakan yg berdampak politis," kata Jumhur.

Sebagai aktivis mahasiswa ITB di era 1980-an, Jumhur heran karena biasanya demo saat itu dilakukan untuk mengusir penguasa yang jelas dianggap zalim seperti terlibat dan melindungi penggusuran tanah-tanah rakyat, penindasan HAM dan sebagainya. Sementara Jokowi sama sekali tidak melakukan hal-hal yang menyengsarakan rakyat, malah justru membebaskan dari kekumuhan, melakukan pemartabatan denhan menyediakan pemukiman manusiawi, membagun fasilitas publik yang lebih rapih dan hijau dan sebagainya.

"Karena itu, kejadian penolakan itu, menurut saya tidak perlu dianggap serius karena memiliki nuansa politik yang nyata," tegas Jumhur yang sempat dipenjara di era Orde Baru karena menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini ke ITB.

"Secara pribadi saya menyayangkan adik-adik mahasisa ITB yang telah melakukan penolakan itu dan semoga ke depan bisa lebih jernih dalam memandang keadaan yang sedang berkembang," demikian Jumhur. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya