Hasto Kristiyanto/net
Hasto Kristiyanto/net
"Namun di tangan Fadli Zon, puisi telah menjadi alat perang orang per orang," kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Kamis, 17/4). Pernyataan Hasto ini menyikapi puisi "Raisopopo" yang ditulis oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, yang diyakini sebagai bentuk serangan pada Jokowi.
Di belahan dunia yang lain, puisi atau sastra tampil untuk membersihkan politik yang mulai kotor. Namun di tangan Fadli Zon, puisi menjadi alat legitimasi politik yang kotor itu. Maka Hasto pun teringat dengan pandangan psikolog yang mengatakan bahwa perilaku seseorang akan dipengaruhi lingkaran sosial terdekatnya. Seseorang, misalnya, akan menggemari peperangan dan akan cenderung menjadikan segala sesuatunya sebagai alat perang, bila bergaul dengan orang yang suka perang.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18
Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07
Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56
Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47