Berita

Hasto Kristiyanto/net

Di Tangan Fadli Zon, Puisi Jadi Alat Perang dan Legitimasi Politik yang Kotor

KAMIS, 17 APRIL 2014 | 08:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam tradisi Indonesia,  puisi biasanya menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial, dan juga sebagai medium untuk melawan ketidakadilan. Puisi juga menjadi cara ekspresif untuk mengungkapkan jiwa kepahlawanan.

"Namun di tangan Fadli Zon, puisi telah menjadi alat perang orang per orang," kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Kamis, 17/4). Pernyataan Hasto ini menyikapi puisi "Raisopopo" yang ditulis oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, yang diyakini sebagai bentuk serangan pada Jokowi.

Di belahan dunia yang lain, puisi atau sastra tampil untuk membersihkan politik yang mulai kotor. Namun di tangan Fadli Zon, puisi menjadi alat legitimasi politik yang kotor itu. Maka Hasto pun teringat dengan pandangan psikolog yang mengatakan bahwa perilaku seseorang akan dipengaruhi lingkaran sosial terdekatnya. Seseorang, misalnya, akan menggemari peperangan dan akan cenderung menjadikan segala sesuatunya sebagai alat perang, bila bergaul dengan orang yang suka perang.


"Sebaliknya, seseorang yang berada di lingkungan yang menghormati keindahan alam, akan cenderung memiliki sikap welas asih terhadap seluruh alam ciptaan," ungkap Hasto, sambil mengatakan puisi Fadli Zon merupakan pemaksaan kaidah sastra untuk keperluan perang hingga bukan saja mengacaukan logika namun juga memutarbalikan fakta.

"Aku Raisopopo seharusnya menjadi ungkapan kejujuran seorang pemimpin bahwa tanpa rakyat, pemimpin memang tidak bisa apa-apa. Demikian halnya dalam wayang. Wayang merupakan potret dan ritual kehidupan. Di dalamnya ada sengkuni yang sukanya mengadu domba orang. Di dalamnya ada Duryudana, yang menyukai keangkaramurkaan, menghalalkan berbagai macam cara untuk melanggengkan kekuasaan, termasuk penculikan," jelasnya.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, tetap berkeyakinan bahwa dalam strategi pemenangan pemilu yang terbaik hanyalah bergerak satu arah dengan memenangkan hati nurani rakyat. Karena itulah PDI Perjuangan lebih memilih membuat puisi kehidupan untuk menggelorakan kembali semangat perjuangan rakyat dalam melawan berbagai bentuk ketidakadilan.

"Menjadi manusia yang sejati adalah manusia yang memiliki kerendahan hati sehingga sikapnya tidak menyombongkan diri. Dengan sikap itu, meski dia merasa tidak bisa apa-apa, dengan rakyat kenyataannya menjadi bisa melakukan segalanya," imbuhnya, sambil menekankan bahwa memang manusia sejatinya adalah  seseorang yang tidak punya apa-apa, tidak bisa apa-apa, dan bukan siapa-siapa  atau dengan kata lain, manusia hanyalah wayang yang digerakkan Sang Dalang, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya