Berita

foto:net

Politik

Inilah Komitmen Muhaimin dan Rhoma yang Belum Diketahui Publik

RABU, 16 APRIL 2014 | 11:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komitmen politik yang dibuat antara Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dengan Rhoma Irama, salah satunya adalah seandainya suara PKB dalam Pileg 9 April lalu mencapai 15 persen suara, maka PKB wajib memperjuangkan untuk mengusung Rhoma menjadi capres.
   
"Dalam komitmen itu, kalau suara PKB mencapai 15 persen, maka PKB wajib menggolkan Bang Haji jadi presiden," kata Ketua Rhoma Irama For Republik Indonesia (RIFORRI), Waskito kemarin (Selasa, 15/4).

Tapi faktanya, lanjut Waskito, suara PKB belum menembus 10 persen. Artinya kewajiban dalam komitmen politik antara Cak Imin dengan Bang Haji atau kewajiban PKB mengusung capres Rhoma bisa dibilang tak berlaku. PKB dalam Pileg 9 April 2014 lalu dari hasil hitung cepat hanya meraih sekitar 9 persen.
    

    
Namun ia berharap agar PKB tetap menjaga etika politik dalam memelihara hubungan baik yang selama ini sudah terjalin dengan Rhoma. Maksud Waskito, seharusnya ada tanda terimakasih dari PKB kepada Rhoma Irama, salah satu tanda terimakasihnya dengan tetap memperjuangkan Rhoma menjadi capres atau cawapresnya PKB.
    
"Tapi itu terserah di sana (PKB) saja. Karena buat RIFORRI, kemungkinan Bang Haji menjadi capres masih terbuka kok, dan kami akan tetap memperjuangkannya ke arah sana. Lihat saja tanggal mainnya," tandas Waskito seperti dilansir dari JPNN.

Sebelumnya Rhoma Irama ikhlas ditinggalkan PKB, alias tidak menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari PKB. Apa yang dilakukan Rhoma dalam hal ini memenangkan PKB adalah untuk perjuangan amar ma'ruf nahi mungkar. Jadi kalau kesimpulan akhirnya Rhoma ditinggal PKB, Raja Dangdut itu tak masalah. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya