Berita

jokowi/net

Pemerintahan Jokowi Akan Jalankan Kebijakan Ekonomi Jalan Tengah

RABU, 16 APRIL 2014 | 11:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Garis kebijakan ekonomi Jokowi bila memerintah adalah tetap membuka pasar dan melindungi kepentingan umum. Dan hal ini sudah dibuktikan Jokowi, misalnya saat memimpin Solo dengan melindungi dan memberdayakan pasar tradisional, maupun di Jakarta dengan mempersilakan investor masuk ke pembangunan infrastruktuktur transportasi

Untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, pemerintahan Jokowi akan memperbaiki infrastruktur sektor pertanian terutama jalan dan irigasi. Sementara infrastruktur di sektor industri, akan diserahkan ke swasta dalam dan luar negeri.

"Kebijakan ekonomi jalan tengah ini dijalankan dengan tujuan memastikan perekonomian rakyat berkembang bersama perekonomian modern," kata Tim Pakar Seknas Jokowi, Eva Kusuma Sundari, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 16/4).


Sementara itu, lanjut Eva, pengelolaan sumberdaya alam diperbaiki dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Jokowi juga akan memulai membangun infrastruktur untuk industri, sementara kontrak-kontrak karya akan dinegosiasikan ulang agar divestasi dapat segera dilakukan.

"Hasil pengolahan sumber daya alam harus diprioritaskan untuk kepentingan konsumen dan industri domestik," tegas Eva, yang juga anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan.

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, lanjut Eva, pemerintah pusat dan daerah harus sama-sama menjalankan amanat UU Tata Ruang secara konsisten dan menyeluruh, juga memulai melaksanakan amanat UU Pembaharuan Agraria. Hal yang sangat penting, gotong royong dan kekeluargaan harus menjadi semangat seluruh pelaku ekonomi dalam menuju perwujudan kemandirian perekonomian nasional.

Sementara itu, Eva juga memastikan, pembangunan tidak mengorbankan hak generasi yang akan datang dan lingkungan. Di saat yang sama, penguatan ketahanan komunitas harus dibangun dan pariwisata diarahkan untuk mewujudkan eco-tourism sehingga memperkuat kebudayaan nasional yang berkepribadian.

"Hanya dengan strategi demikianlah kita bisa memperbaiki indeks pembangunan yang dilengkapi dengan indeks kebahagiaan masyarakat," demikian Eva. [ysa] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya