Berita

Rhoma Irama/net

Politik

Rhoma Irama Ikhlas Ditinggal PKB

RABU, 16 APRIL 2014 | 07:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rhoma Irama ikhlas ditinggalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), alias tidak menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari PKB.
    
"Bang Haji (Rhoma) selalu bilang kepada kami, kalau ternyata pada akhirnya beliau tidak jadi capres PKB atau setidaknya menjadi cawapres pun tidak apa-apa, biar saja. Beliau tegaskan semua yang dikerjakannya untuk PKB dilakukannya dengan ihlas," kata Ketua RIFORRI (Rhoma Irama For Republik Indonesia), Waskito kemarin (Selasa, 15/4).

Menurutnya, apa yang dilakukan Rhoma dalam hal ini memenangkan PKB adalah untuk perjuangan amar ma'ruf nahi mungkar. Jadi kalau kesimpulan akhirnya Rhoma ditinggal buat mereka tak masalah.
   

   
Waskito mengatakan, berbagai lembaga survei dalam enam bulan terakhir menjelang Pileg 9 April lalu banyak yang menyebutkan suara PKB diprediksi anjlok bahkan terancam terdegradasi dari parlemen alias gagal menembus syarat 3,5 persen parliamentry threshold.

Dari situlah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar  mendatangi Rhoma serta menjalin komunikasi politik yang intensif, dengan harapan terjalin kerja sama politik antara Raja Dangdut dan PKB untuk membantu menaikkan suara PKB.
   
Dan ternyata, kata Waskito, suara yang diraih PKB dalam Pileg 9 April 2014 lalu kalau dilihat dari hasil hitung cepat berbagai lembaga quick qount rata-rata menyebutkan sekitar 9,2 persen. Artinya, ada kenaikan yang signifikan dibandingkan suara PKB dalam Pileg 2009 lalu.
    
"Lantas Cak Imin mengandeng Bang Haji. Kemudian dalam perjalanannya ternyata kenaikan suara PKB nyaris 100 persen. Kami dan semua jajaran RIFORRI bersyukur alhamdulilah. Namun buat kami, berapapun hasil suaranya PKB, kami merasa Bang Haji membantu dengan suara signifikan dari massa pendukungnya untuk PKB," tandasnya seperti dilansir dari JPNN. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya