Berita

Refrizal / net

PKS: Ada Upaya Memecahkan Partai Islam

SELASA, 15 APRIL 2014 | 09:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mendorong terwujudnya koalisi partai Islam pada Pilpres 9 Juli 2014.

Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal mengatakan, koalisi lima partai Islam; PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB mencapai 31 hingga 32 persen. Apalagi ditambah dari satu partai nasionalis, seperti Gerindra (12 persen).

"Ini angat luar biasa dan akan menjadi daya tarik sendiri. Tapi poin pentingnya partai Islam bersatu dulu," ujarnya kepada redaksi, Selasa (15/4).


Selanjutnya Sekretaris Fraksi PKS DPR ini mengungkapkan, soal capres dan cawapres nanti saja dibicarakan setelah partai Islam bersatu.

"Yang penting partai Islam bersatu dulu. Ada upaya kandidat capres untuk memecahkan agar partai Islam tidak bersatu. Karena kalau partai Islam bersatu, bandul kemenangan akan berpihak pada koalisi Islam plus," beber Refrizal.

Bergabungnya partai Islam saat ini, lanjut Refrizal, momentumnya sangat tepat, karena perolehan suara menunjukkan tidak ada partai yang dominan.

"Tidak ada partai yang meraih 20 persen suara, PDIP saja paling tinggi hanya 19 persen. Di sisi lain, perolehan suara partai-partai Islam naik, seperti PAN dan PKB. PKS sendiri sudah melewati 7 persen," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya