Berita

iustrasi/net

Pramono Edhie: Percuma Berpasangan dengan Jokowi Kalau Demokrat Tidak Dukung

SELASA, 15 APRIL 2014 | 09:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, menanggapi manuver politik PDI Perjuangan dan bakal capres mereka, Joko Widodo.

Mantan kepala staf Angkatan Darat itu memberi sinyal kesiapan untuk menjadi pendamping Joko Widodo alias Jokowi di pemilihan presiden.

"Kalau itu membawa kebaikan untuk bangsa, kenapa tidak?" katanya di markas pemenangannya, dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (15/4).


Meski begitu, Pramono menjelaskan, dirinya tak bisa memutuskan sendiri bila ada salah satu partai politik yang akan mengusung dirinya.

Bila nanti ia kalah dalam pertarungan di konvensi Partai Demokrat, tetapi ada partai yang mengajaknya menjadi calon wakil presiden, Edhie akan menyerahkan keputusan itu kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang notabene kakak iparnya.

"Saya serahkan keputusannya kepada ketua umum karena saya bukan dalam posisi menentukan. Saya kembalikan kepada ketua umum atau keputusan Demokrat," jelasnya.

Sejauh ini, aku Pramono, belum ada komunikasi antara dirinya dengan Jokowi, atau antara Demokrat dengan PDIP untuk membahas rencana koalisi.

Yang jelas dia memerlukan restu dari partainya jika nantinya mencalonkan diri. Restu ini berkaitan dengan dukungan untuk pemerintahan dan parlemen yang kuat.

"Tidak boleh semau saya sendiri. Kalau Demokrat tidak dukung, ya percuma," pungkasnya. [ysa]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya