Berita

Asep Warlan Yusuf/rmol

Politik

Komunikasi Politik Jelang Pilpres Terkesan Politik Dagang Sapi

SENIN, 14 APRIL 2014 | 15:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasca hitung cepat pemilu legislatif usai dilakukan dan angka-angka perolehan suara dapat diprediksi, komunikasi antar partai politik (parpol) pun gencar dilakukan. Komunikasi politik tersebut dilakukan untuk menentukan koalisi jelang pemilu presiden (pilpres) mendatang.

Pengamat politik Asep Warlan Yusuf menyebut bahwa komunikasi tersebut bisa jadi bagus, namun bisa juga tidak.

"Komunikasi politik harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum pilpres. Jangan sampai ketika dekat pilpres agar tidak terkesan sekedar politik dagang sapi, siapa dapat apa (bagi-bagi kekuasaan)," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 14/4).


Pasalnya, jelas Asep, dalam komunikasi politik terkait koalisi partai terdapat setidaknya lima hal utama yang dibahas.

"Pertama tentang siapa presiden, siapa wakil presiden. Pembahasan ini pasti panjang dan alot," kata Asep.

Kedua, jelasnya, adalah terkait siapa yang dominan membiayai pencapresan tersebut.

Selanjutnya adalah tentang bagaimana strategi kemenangan atau isu politik apa yang akan diperankan serta tema-tema apa yang akan disampaikan ke publik.

"Keempat adalah tentang kursi kebinet nanti, Berapa jatah parpol dan non-parpol," lanjutnya pakar hukum tata negara Universitas Parahyangan itu sambil menambahkan poin terakhir yakni posisi di dewan.

"Tawar menawar itu harus dibicarakan jauh-jauh hari sebelum pilpres agar tidak ada kesan kuat politik dagang sapi," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya