Berita

jokowi/net

Pemerintahan Jokowi Harus Berbasis Dukungan Masyarakat

SENIN, 14 APRIL 2014 | 15:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila memang Joko Widodo mau membangun koalisi tidak semata-mata membagi kue kekuasaan di kabinet, maka penting bagi Jokowi untuk mengakomodasi  figur lain di luar partai.

Jokowi misalnya bisa mengangkat menteri dari yang berasal dari beragam ormas dan basis sosial. Misalya dari kalangan NU, Muhamadiyah, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan lain-lain. Tentu saja dengan catatan, figur-figur itu berintegritas.

"Sudah saatnya pemerintahan baru 2014 berbasis dukungan masyarakat bukan partai politik semata. Ali Masyukur Musa misalnya Gusdurian  muda NU yang sangat peduli dengan pluralisme sehingga perlu dilibatkan untuk melanjutkan gagasan Keindonesiaan Gusdur. Begitu juga orang muda dari kelompok lain," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, beberapa saat lalu (Senin, 14/4).


Boni mengingatkan, kualitas pemerintahan ditentukan oleh kerja Kabinet. Jika Jokowi salah memilih anggota kabinet, maka bancakan kekayaan untuk kepentingan parpol di kementerian akan terus berulang.

Hal senada disampaikan, Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin. Menurut Said, presiden boleh saja mengangkat menteri dari orang partai atau dari unsur kelompok masyarakat.

"Sepanjang orang-orang tersebut bersedia melepas jabatan struktural di partainya," kata Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya