Berita

bbc

Dunia

Rusia Kembali Imbau Ukraina Tak Angkat Senjata

SENIN, 14 APRIL 2014 | 10:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia memperingatkan agar otoritas Ukraina tidak menggunakan kekuatan bersenjata untuk menghadapi pengunjuk rasa pro-Rusia di wilayah timur Ukriana.

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan Rusia Vitaliy Churkin dalam sesi pembicaraan khusus yang digelar Dewan Keamanan PBB (Minggu, 13/4).

Churkin menyerukan agar Ukraina menggelar dialog murni dengan para pengunjuk rasa untuk mencari solusi bersama, daripada menggunakan ancaman kekerasan.


Namun perwakilan Ukraina Yuriy Sergeyev justru menuding bahwa krisis di timur Ukraina merupakan bentukan Rusia.

Beberapa waktu sebelum pertemuan khusus tersebut digelar, pemerintah Ukraina diketahui telah mengeluarkan peringatan agar pengunjuk rasa pro-Rusia yang melakukan aksi di sejumlah kota di timur Ukraina agar menyerahkan senjatanya dan meninggalkan gedung-gedung pemerintah yang telah diduduki sejak pekan lalu.

Pemerintah Ukriana memberikan batas waktu hingga Senin hari ini (14/4). Bila tidak, pemerintah Ukraina akan mengggunakan kekuatan militer untuk mengusir paksa pengunjuk rasa yang menyerukan untuk digelar referendum serupa seperti di Krimea.

Churkin menyebut bahwa tindakan tersebut justru melukai rakyat Ukraina itu sendiri.

"Para antek Maidan (gerakan protes) harus berhenti menyerang rakyatnya sendiri," kata Churkin seperti dikutip BBC.

Ia juga menyatakan bahwa unjuk rasa tersebut muncul karena opini serta kepentingan para pengunjuk rasa di timur Ukraina tidak ditampung dengan baik oleh pemerintah. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya