Berita

ilustrasi/net

Caleg Gagal Tak Mau Rugi, Suara Pun Diperjualbelikan

SENIN, 14 APRIL 2014 | 09:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu bentuk penyimpangan yang bisa terjadi pada tahap rekapitulasi suara di tingkat Panitia Penghitungan Suara (PPS), Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta di KPU Kabupaten/Kota adalah jual beli suara.

Menurut kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddn, ada dua model jual-beli suara. Pertama, jual-beli suara yang dilakukan antar-parpol. Suatu parpol bisa membeli suara dari parpol lain yang tidak lolos parliamentary treshold (PT) atau dari parpol lain yang perolehan suaranya tidak signifikan.

"Kedua, jual-beli suara antar-calon. Seorang calon pada nomor urut tertentu bisa membeli suara dari teman separtainya agar bisa memperoleh suara terbanyak," kata Said kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 14/4).


Said memastikan, parpol yang tidak lolos PT, parpol yang perolehan suaranya tidak signifikan, dan calon yang perolehan suaranya sedikit tentu tidak mau rugi. Ketika datang tawaran dari parpol atau calon lain untuk membeli suara mereka, peluang ini akan dimanfaatkan betul oleh mereka.

"Setiap parpol dan calon itu kan sudah mengeluarkan biaya yang tidak kecil untuk kampanye. Nah, karena sudah diperkirakan gagal meraih kursi, maka untuk mengembalikan modal kampanyenya tersebut, mereka menjual suara yang diperolehnya," demikian Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya