Berita

cia/net

Dunia

Metode Interogasi CIA Melanggar Hukum

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 08:20 WIB | LAPORAN:

Keabsahan laporan Central Intelligence Agency (CIA) terkait penggunaan waterboarding dan teknik interogasi keras lain terhadap tersangka teroris pasca meledaknya peristiwa 9/11, dipertanyakan oleh Komite Intelijen Senat.

Hasil temuan komite itu menunjukkan adanya kegagalan agen intelijen dalam menjaga akurasi jumlah orang yang ditahan, di samping penggunaan metode interogasi yang kontroversial kepada mereka. Selama ini, CIA mengklaim bahwa sekitar 30 tahanan menjalani apa yang disebut teknik interogasi yang ditingkatkan.

Komite juga menemukan adanya upaya CIA yang berniat menghindari atau menyesatkan hampir semua mekanisme pengawasan di seluruh program, yang diluncurkan di bawah pemerintahan Bush pasca serangan 11 September 2001, yang dijalankan hingga 2006.


"CIA berulang kali memberikan informasi yang tidak akurat kepada Departemen Kehakiman, menghambat analisis hukum yang tepat dari program penahanan dan interogasi CIA," ujar Komite Intelijen Senat dalam sebuah pernyataan seperti dilansir laman McClatchy, Sabtu (12/4).

Hasil temuan komite itu menunjukkan bahwa CIA menggunakan metode interogasi yang tidak disetujui oleh Departemen Kehakiman atau markas CIA. Kedua, CIA menghambat pengawasan dan pengambilan keputusan Gedung Putih tentang program. Ketiga, CIA secara aktif menghindari atau menghambat pengawasan kongres terhadap program, dan terakhir menghambat pengawasan program oleh Kantor Inspektur Jenderalnya sendiri.

Dengan adanya temuan komite ini, argumen utama CIA dan pemerintahan Bush dalam mempertahankan pendapat bahwa metode interogasi bukanlah merupakan penyiksaan, bisa dipatahkan.

Pasca peristiwa 9/11, pemerintahan Bush menjalankan program pencegahan aksi teroris selama empat tahun, yang diklaim CIA telah berhasil meengidentifikasi organisasi teroris al Qaeda dan menghindari adanya plot melawan AS.

Laporan CIA itu memiliki ketebalan 6.400 halaman dan merupakan puncak dari empat tahun penyelidikan terhadap program penahanan dan interogasi, yang memakan biaya sekitar 40 juta dolar AS. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya