Berita

jusuf kalla/net

Politik

JK Harus "Dikekang" Kalau Jadi dengan Jokowi

SABTU, 12 APRIL 2014 | 12:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jusuf Kalla makin kuat digaungkan sebagai tokoh yang layak bersanding dengan bakal calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo. Tapi, pasangan ini dihitung punya banyak kelemahan.

Menurut pengamat politik senior Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, salah satu kelemahan pasangan itu adalah potensi "matahari kembar".

"Karena itu bisa jadi ditekankan oleh PDIP dan Jokowi, JK tidak boleh membuat keputusan. Itu caranya kalau JK jadi cawapres Jokowi," ujar Arbi saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (12/4).


Menurut Arbi, kriteria yang lebih pas untuk cawapres Jokowi adalah yang bisa melengkapi kekurangan mantan Walikota Solo itu. Ia tidak boleh memicu peluang terjadinya dua pengaruh kekuasaan.

"JK memang memenuhi syarat, tapi kerawanannya itu muncul dualisme kepemimpinan. Biar aman, JK tidak boleh membuat keputusan," tekannya lagi.

Arbi mengingatkan, Jokowi sebagai capres muda yang memiliki kepopuleran tinggi bisa terpuruk kalau memilih cawapres yang tidak tepat. Hal itu bisa jadi "bumerang" baginya dalam upaya memenangkan Pilpres 9 Juli.

"Popularitas tidak cukup untuk negara ini. Untuk itu, harus cari cawapres yang tepat," pungkasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya