Berita

Refrizal/net

Politik

PKS Ajak PKB Sukseskan Koalisi Partai Islam Plus Gerindra

JUMAT, 11 APRIL 2014 | 11:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dalam hitungan cepat Pileg 2014 kemarin, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memporeleh suara tertinggi dibandingkan empat partai Islam lainnya, PAN, PKS, PPP dan PBB.

Kabar yang berkembang, PKB dengan PDIP dan Nasdem sedang melakukan komunikasi politik untuk menjalin koalisi di Pilpres 9 Juli nanti. Tidak tanggung-tanggung, beberapa nama pasangan sudah disebut-sebut, salah satunya adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Melihat manuver PKB tersebut, sepertinya PKS tidak nyaman. Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal masih berharap partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu bisa bergabung dalam koalisi partai Islam plus Gerindra, seperti yang ia harapkan.


"Mudah-mudahan PKB bisa mendahulukan kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan ummat dan bangsa," kata Refrizal kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, Jumat (11/4).

Sebelumnya Refrizal berharap, partai berbasis Islam bisa bersatu mengusung pasangan capres dan cawapres. Tidak hanya partai Islam, ia menambahkan, perlu ada satu partai nasionalis yang ikut bergabung. "Saya setuju koalisi partai Islam plus. Misalnya plus Gerindra," ujarnya.

Menurutnya, jika ini terwujud maka akan menjadi koalisi strategis untuk kepentingan bangsa dan negara. "Koalisinya dibangun dengan semangat kebersamaan untuk membangun bangsa, bukan untuk kepentingan golongan dan kelompok," terangnya.

Anggota DPR ini yakin, kalau koalisi partai Islam plus Gerindra bisa terwujud, koalisi ini sangat strategis. "Indonesia mayoritas penduduknya adalah Islam, dan ummat Islam sangat mudah menentukan pilihannya. Wallahu'alam," ungkapnya.

Menguatkan koalisi ini, lanjut Refrizal, ormas-ormas besar Islam di Tanah Air seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan PUI harus mendukung. "Partai-partai Islam sudah lebih 31 persen, apalagi ditambah dengan salah satu partai nasionalis," tandasnya.

Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kemarin, suara lima partai berbasis Islam; PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB cukup signifiknan. Berikut hasil akhir selengkapnya; PDI Perjuangan 19,77 persen, Golkar 14,61 persen, Gerindra 11,80 persen, Demokrat 9,73 persen, PKB 9,07 persen, PAN 7,47 persen, PPP 7,08 persen, PKS 6,61 persen, Nasdem 6,24 persen, Hanura 5,26 persen, PBB 1,36 persen, dan PKPI 0,97 persen. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya