Berita

theo litaay

Politik

Rakyat Pintar, Bakal Capres Jangan Seenaknya Tunjuk Pendamping!

JUMAT, 11 APRIL 2014 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Isu korupsi ternyata sangat penting dan terbukti pada hasil pemilu legislatif baik pada tahun 2004, 2009, dan 2014. Dalam tiga kali kesempatan itu, rakyat "menghukum" dengan cara tidak memilih partai politik yang dipersepsikannya sebagai aktor koruptor yang besar.

"Karena itu, persepsi publik semacam ini tidak bisa dianggap enteng dalam pemilu presiden nantinya, dimana pilihan pemilih akan menggunakan persepsinya mengenai soal 'integritas' dan komitmen untuk melayani rakyat," kata Ketua-bersama Pusat Studi Antikorupsi dan Good Governance (PSAK) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Theofransus Litaay, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (11/4).

Menurut dia, hasil pemilu 2014 menunjukkan bahwa sebenarnya rakyat tidak memiliki antusiasme yang besar kepada partai politik. Pilihan lebih banyak kepada figur orang, sehingga dalam hasil pemilihan presiden nantinya para pemilih akan memilih calon lintas batas-batas partai politik.


"Figur yang akan dipilih dalam pemilihan presiden nantinya akan dinilai juga dari aspek integritas calon presiden dan calon wakil presidennya. Karena itu sangat penting bagi calon presiden untuk memilih calon wakil presiden yang memiliki integritas tinggi dan siap bekerja untuk melayani rakyat," terangnya.

Dia yakin, rakyat membutuhkan pemimpin yang siap bekerja dan tidak akan memilih pemimpin yang hanya dibentuk dari pencitraan di media.

"Jika calon presiden salah memilih orang yang diragukan oleh rakyat, maka tidak akan menuai hasil yang memuaskan. Dan, seandainyapun terpilih masih bisa memunculkan kendala legitimasi yang lemah sehingga bisa dengan mudah diombang-ambingkan oleh proses politik di parlemen," tutup Theo. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya