Berita

5 parpol islam

Politik

Mewujudkan Koalisi Partai Islam Plus Gerindra

JUMAT, 11 APRIL 2014 | 10:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menghadapi Pilpres 9 Juli 2014 mendatang, diharapkan partai berbasis Islam bisa bersatu mengusung pasangan capres dan cawapres.

Tidak hanya partai Islam, Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal berpendapat, perlu ada satu partai nasionalis yang ikut bergabung.

"Saya setuju koalisi partai Islam plus. Misalnya plus Gerindra," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, Jumat (11/4).


Menurutnya, jika ini terwujud maka akan menjadi koalisi strategis untuk kepentingan bangsa dan negara. "Koalisinya dibangun dengan semangat kebersamaan untuk membangun bangsa, bukan untuk kepentingan golongan dan kelompok," terangnya.

Anggota DPR ini yakin, kalau koalisi partai Islam plus Gerindra bisa terwujud, koalisi ini sangat strategis.

"Indonesia mayoritas penduduknya adalah Islam, dan ummat Islam sangat mudah menentukan pilihannya. Wallahu'alam," ungkapnya.

Menguatkan koalisi ini, lanjut Refrizal, ormas-ormas besar Islam di Tanah Air seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan PUI harus mendukung. "Partai-partai Islam sudah lebih 31 persen, apalagi ditambah dengan salah satu partai nasionalis," tandasnya.

Sebelumnya politisi senior yang juga mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring siap jadi tim sukses (timses) apabila lima partai Islam bersatu. Tidak hanya itu, Menteri Komunikasi dan Informatika ini ikhlas tidak menjadi capres, cawapres atau jabatan menteri, jika koalisi poros tengah ini benar-benar terwujud.

"Gak jadi calon, gak jadi menteri lagi, gak apa-apa. Asal mau bersatu...!! *PKB, PAN, PKS, PPP,PBB*. Data QC (quick count) perolehan PKB+PAN+PKS+PPP+PBB = 31,8 %. Wah bisa mengguncangkan ini. *BeraniMaju*," katanya lewat akun twitternya @tifsembiring kemarin.

Hasil hitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kemarin, suara lima partai berbasis Islam; PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB cukup signifiknan. Berikut hasil akhir selengkapnya; PDI Perjuangan 19,77 persen, Golkar 14,61 persen, Gerindra 11,80 persen, Demokrat 9,73 persen, PKB 9,07 persen, PAN 7,47 persen, PPP 7,08 persen, PKS 6,61 persen, Nasdem 6,24 persen, Hanura 5,26 persen, PBB 1,36 persen, dan PKPI 0,97 persen. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya