Berita

Dunia

Di Hadapan Dubes Yusron, Shinzo Abe Singgung Forum 2+2

KAMIS, 10 APRIL 2014 | 19:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jepang tegaskan komitmennya untuk mempererat kerjasama strategis dengan Indonesia, terutama terkait stabilitas Kawasan Asia Timur. Oleh karena itu diperlukan adanya format atau kerangka yang dapat dijadikan dasar kerjasama kedua negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra dalam pertemuan yang digelar di Kantor Perdana Menteri di Tokyo Jepang (Kamis, 10/4).

Abe menyinggung kembali Forum 2+2 (two plus two) yang merupakan forum di mana Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri kedua negara duduk bersama untuk membahas isu-isu strategis baik dalam skala kawasan maupun skala global.


Gagasan tersebut sebelumnya pernah disinggung Abe kepada Preside Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Tokyo bulan lalu.

"Saya berharap bahwa Pertemuan 2+2 dapat segera terselenggara dalam tahun 2014 ini. Untuk ini maka saya meminta kepada Dubes menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Indonesia," kata PM Abe seperti rilis KBRI Jepang.

Abe menekankan pentingnya forum tersebut untuk meningkatkan kerjasama strategis Jepang-Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Yusron mengamini bahwa negara-negara di Kawasan Asia Timur harus berperan dalam menjaga stablitas kawasan maupun global. Karena itu, kata Yusron, kerjasama di bidang industri strategis antara kedua negara amat diperlukan.

Kerjasama tersebut, aku Yusron, terkait dengan upaya pengembangan industri strategis di Indonesia seperti PT DI, PT PAL, PT Pindad yang tergabung dalam BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis).

Pengembangan industri-industri ini dinilai bukan saja bermakna bagi pertahanan nasional, melainkan sekaligus akan memberi kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya