Berita

5 partai islam

Politik

Kubu Islam Diprediksi Menang di Pilpres

KAMIS, 10 APRIL 2014 | 14:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perolehan suara partai berbasis Islam pada pileg 2014 sangat signifikan. Kalau bersatu dalam mengusung pasangan capres-cawapres 9 Juli 2014 nanti diyakini berpeluang menang.

Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod Al Barbasy kepada redaksi Kamis (10/4).

"Kalau hitungan saya, pemilu 2014 rumpun "partai Islam" perolehannya cukup bagus, sekitar 33 persen, lebih tinggi dari pemilu 2009 yang hanya sekitar 26 persen. Ini modal potensial untuk buat 'kubu Islam'," kata dia.


Masih berdasarkan hasil hitungan cepat kemarin, Murod meyakini akan ada empat pasangan capres-cwapres; Jokowi dengan koalisinya, Prabowo Subianto dengan koalisinya, Aburizal Bakrie dengan koalisinya dan pasangan dari kubu Islam.

"Tiga pasang pertama bisa disebut aliran partai sekuler atau Herbert Feith menyebutnya nasionalisme. Dan satu pasang dari kubu Islam," terang Jurubicara Ormas PPI ini.

Menurut Murod, andai kubu Islam solid, peluangnya untuk menang terbuka lebar.

"Diyakini Jokowi akan bertarung hebat memperebutkn suara di basis massa nasionalis dan abangan. Aburizal juga diyakini akan memancing di kolam yang sama. Artinya ini peluang bagi kubu Islam," tandas Murod.

Hasil hitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kemarin, suara lima partai berbasis Islam; PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB cukup signifiknan. Berikut hasil akhir selengkapnya; PDI Perjuangan 19,77 persen, Golkar 14,61 persen, Gerindra 11,80 persen, Demokrat 9,73 persen, PKB 9,07 persen, PAN 7,47 persen, PPP 7,08 persen, PKS 6,61 persen, Nasdem 6,24 persen, Hanura 5,26 persen, PBB 1,36 persen, dan PKPI 0,97 persen. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya