Berita

Sinyo Harry Sarundajang/net

Politik

Gaya Politik Keluarga Sarundajang Tidak Lazim

SELASA, 08 APRIL 2014 | 14:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang yang juga peserta konvensi capres Partai Demokrat dinilai lebih mementingkan kekuasaan dari pada gerbong Demokrat.

"Kita tak tahu apakah ini skenario yang sengaja dibuat oleh keluarga ini untuk menguasai cabang partai di daerah itu. Siapapun yang menang bisa tetap berkuasa," kata pengamat politik Ray Rangkuti di Jakarta, Selasa (8/4).

Dukungan dari keluarga Sinyo Harry Sarundajang untuk memenangkan Partai Demokrat seakan tidak ada dan jauh dari harapan. Bahkan keluarganya justru mendukung PDI Perjuangan yang merupakan "musuh" Demokrat. Hal tersebut ditandai dengan masuknya keluarga Sarundajang sebagai pengurus dan calon anggota legeslatif dari PDIP.


Di Sulawesi Utara, seluruh anggota keluarga Sinyo, termasuk istrinya kini juga menjabat posisi strategis, baik di organisasi besar maupun di dunia perpolitikan. Seluruh anggota keluarganya mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi. Anak tertua dari Gubernur Sulawesi Utara itu, Ivan Sarundajang, menjadi Wakil Bupati Minahasa, yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Kemudian Vanda Sarundajang, kini tercatat sebagai caleg PDIP daerah pemilihan Sulawesi Utara. Anak ketiga Sarundajang, Fabian Sarundajang, juga mengikuti jejak sang kakak. Sedangkan anak keempat Sarundajang, Eva Sarundajang, memilih jalur DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari daerah pemilihan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, juga maju lewat PDIP.

Menurut Ray, meskipun pilihan politik boleh berbeda untuk membangun sebuah demokrasi, namun gejala tersebut dinilai tidak lazim. Karena kekuasaan biasanya dibangun dalam sebuah gerbong partai yang sama.

"Dinasti yang lazim di Indonesia satu gerbong yang sama. Ini merupakan pilihan politik untuk menguasai. Partai menjadi tidak penting, yang penting keluarga tetap berkuasa," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), ini menambahkan, upaya Sinyo Harry Sarundajang untuk menjadi capres Demokrat, bertolak belakang dengan keluarganya, yang justru mendukung PDIP.

"Karena demokrat menunjukkan gejala meredup, mereka menerapkan taktik untuk memilih gerbong lain," pungkas Ray. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya