Mahasiswa pengunjuk rasa yang menduduki gedung Parlemen Taiwan sejak pertengah Maret lalu sepakat untuk menghentikan aksinya pada Kamis mendatang (10/4).
Keputusan tersebut diambil setelah massa pengunjuk rasa menggelar diskusi dengan pihak pemerintah yang sepakat untuk tidak melanjutkan perdebatan RUU mengenai kesepakatan dagang dengan China hingga kerangka pengawasan selesai dibentuk.
Diketahui aksi unjuk rasa tersebut dilakukan mulai 23 Maret lalu sebagai bentuk protes atas kesepakatan dagang yang dijalin pemerintah Taiwan dengan China sejak Juni 2013. Akan tetapi kesepakatan belum juga diratifikasi hingga saat ini.
Ketika anggota parlemen dari partai penguasa Taiwan menyebut bahwa komite gabungan telah selesai meninjau kesepakatan dagang tersebut untuk segera diratifikasi, pengunjuk rasa yang marah kemudian menduduki gedung parlemen hingga hari ini.
Pengunjuk rasa menuding kesepakatan dagang tersebut dapat membuat Taiwan bergantung secara ekonomi pada China. Pasalnya, dengan kesepakatan tersebut, China berpeluang untuk menanamkan investasi yang lebih besar di Taiwan.
Sedangkan pemerintah Taiwan menyebut bahwa kesepakatan dagang itu justru dapat membantu membantu warga Taiwan untuk membangun akses vital ke pasar China. Demikian seperti dilansir
BBC (Selasa, 8/4).
[mel]