Berita

Politik

Wilfrida Bebas dari Tiang Gantungan, Prabowo Memeluk

SENIN, 07 APRIL 2014 | 13:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wilfrida Soik, gadis belia asal Nusa Tenggara Timur yang sebelumnya diancam hukuman gantung sampai mati oleh pemerintah Malaysia, dikabarkan bebas beberapa saat lalu.

Wilfrida yang berstatus Tenaga Kerja Indonesia selama ini diketahui sebagai korban perdagangan manusia, direkrut dengan cara ilegal, pemalsuan dokumen dan usia yang masih di bawah umur.

Wilfrida sudah tiga tahun lebih mendekam di Penjara Pangkalan Chepa, Kota Nharu, Kelantan, Malaysia setelah ditangkap polisi Daerah Pasir Mas di sekitar Kampung Chabang Empat, Tok Uban, Kelantan karena dituduh melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Yeap Seok Pen (60).


Kabar bebasnya Wilfrida didapatkan dari Koordinator Media Center Prabowo, Budi Purnomo, kepada wartawan.

"Wilfrida Soik menangis terharu sambil dipeluk Prabowo Subianto, dia sempat berkata, 'Terima kasih banyak pak atas bantuannya'," ungkap Budi sesaat lalu (Senin, 7/4).

Foto Prabowo memeluk Wilfrida juga dibagikan oleh akun twitter resmi Partai Gerindra @Gerindra.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, diketahui memberikan pendampingan langsung kepada Wilfrida sejak September 2013. Selain telah menunjuk tim kuasa hukum top di Malaysia  untuk membela Wilfrida, Prabowo beberapa kali hadir langsung di persidangan Wilfrida di Pengadilan Kota Bharu, Klantan Malaysia.

Prabowo pernah menegaskan optimisme atas upaya hukum kepada Wilfrida Soik.

"Kalau tim hukum kami, penasihat hukum kami cukup optimis dan kami berharap hasil yang baik. Memang kita tidak boleh cepat puas. Tapi ada harapan," tegas Prabowo kepada wartawan saat ingin berangkat ke Malasyia di Bandara Halim Perdakusuma, Jakarta, November lampau. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya