Berita

Dunia

Gereja Katolik Roma di Venezuela: Pemerintah Nicholas Maduro Totaliter!

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 14:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gereja Katolik Roma di Venezuela mengeluarkan pernyataan yang menilai bahwa sikap pemerintah Presiden Nicholas Maduro dalam menanggapi aksi unjuk rasa di negara tersebut totaliter dan cenderung represif.

Kepala Konferensi Uskup Venezuela, Monsignor Diego Padron membacakan pernyataan Gereja yang juga mnyatakan bahwa bahwa penyebab utama krisis di negara kaya minyak tersebut adalah adanya upaya pemerintah untuk menanamkan cetak biru yang ditinggalkan oleh Presiden terdahulu, Hugo Chavez. Cetak biru tersebut dikenal dengan nama "the fatherland plan".

"Di dalam itu mereka menyembunyikan dorongan atas sistem pemerintahan bergaya totalitarian," katanya seperti dikabarkan Reuters (Rabu, 2/4).


Sekalipun membela hak pengunjuk rasa yang didominasi oleh pemuda dan pelajar, namun Gereja menegaskan tetap mengutuk tindakan pengunjuk rasa yang melakukan blokade jalan.

Gereja menilai bahwa pemerintah Maduro salah bila ingin menyelesaikan krisis yang terjadi dengan cara-cara kekerasan.

"Solusinya jelas: dialog yang tulus antar pemerintah dan semua sektor," jelas pernyataan itu.

Diketahui bahwa unjuk rasa yang terjadi di jalanan Venezuela terjadi sejak dua bulan terakhir sebagai bentuk protes atas masalah yang terjadi di negara tersebut, seperti tingkat kriminalitas yang tinggi, pasokan bahan makanan, serta inflasi ekonomi. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya