lokasi penembakan/washington post
Seorang tentara tiba-tiba saja melepaskan tembakan pada sesama tentara lainnya di pangkalam militer Fort Hood Texas Amerika Serikat pada Rabu (2/4).
Tiga orang tewas seketika dan 16 orang lainnya terluka. Pelaku penembakan sendiri segera melakukan aksi bunuh diri setelah melakukan tindakan tersebut. Dengan demikian total korban tewas mencapai 4 orang.
Korban penembakan segera dilarikan ke Rumah Sakit Komunitas Darnall
Angkatan Darat serta Rumah Sakit Scott and White Memorial Texas.
Kepala
medis RS Scott, Glen Couchman mengabarkan bahwa ada empat korban yang
mendapatkan luka tembak di bagian dada, perut dan leher. Para korban ada
yang berada dalam kondisi stabil namun juga ada yang berada dalam
keadaan cukup kritis.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai pasukan militer khusus bernama Ivan Lopez dan berusia 33 tahun itu masih mengenakan seragam militer pada saat melakukan penembakan.
Perwira senior di pangkalan tersebut, Letjen Mark A. Milley menyebutkan bahwa pelaku penembakan diketahui pernah bertugas di Irak pada tahun 2011 lalu. Pelaku pernah menjalani pemeriksaan untuk menentukan apakah ia memiliki gangguan kejiwaan atau stres pasca-trauma setelah penugasannya tersebut.
Sekalipun belum terungkap motif dibalik kejadian tersebut, namun Milley menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi bahwa kejadian tersebut terkait dengan terorisme.
Kejadian tersebut segera menarik perhatian Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Obama menyebut bahwa pemerintahnya melakukan penelusuran atas kejadian itu.
"Saya hanya ingin meyakinakan kita semua bahwa kita akan mencapai dasar (mengungkap) apa yang sebenarnya terjadi," kata Obama ketika berada di Chicago.
"Kami merasa pilu kejadian seperti ini mungkin terjadi lagi," jelasnya seperti dikabarkan
Washington Post.
Untuk diketahui, di lokasi tersebut, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2009 lalu. Akibat kejadian itu, sebanyak 13 orang tewas dan 32 lainnya luka-luka.
Pelaku penembakan yakni Nidal Hasan segera diamankan dan dijatuhi hukuman mati pada tahun lalu setelah dinyatakan bersalah direncanakan dan percobaan pembunuhan berencana.
[mel]