Berita

jokowi dan ahok/net

Politik

Beredar Video Jokowi dan Ahok Dipisahkan 'Setan Merah'

RABU, 02 APRIL 2014 | 16:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Masih banyak yang berharap pasangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama tetap memimpin Ibukota hingga akhir masa jabatan 2017.

Pasangan yang akrab disapa Jokowi dan Ahok ini dianggap sejumlah kalangan sebagai pasangan yang serasi dan ideal sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Beredar video youtube berdurasi 3.45 menit yang diunggah dengan nama Arjuna Tanpa Panah. Dalam video yang berjudul Don’t Change The Winning Team (Jokowi-Ahok) itu, digambarkan ada kekuatan 'setan merah' yang memisahkan pasangan Jokowi dan Ahok. Sebab, Jokowi maju sebagai capres 2014 dan meninggalkan Ahok sendirian menguruh Jakarta.
 

 
Video yang diunggah pada Selasa (1/4) kemarin itu berisi, Jokowi-Ahok merupakan pasangan pemimpin di Jakarta yang saling mengisi dan saling melengkapi.

Saat digambarkan kekompakan Jokowi dan Ahok saat kampanye Pilgub DKI 2013 dan menjalankan tugas setelah terpilih, tiba-tiba muncul bayang-bayang ‘setan merah’ yang memisahkan keduanya. Video tersebut seakan-akan menyindir Jokowi yang maju sebagai Capres 2014 ditunjuk partainya, PDI Perjuangan.
 
Ada komentar yang muncul setelah menonton isi video tersebut. Seperti akun MrLovemata yang berkomentar "Jangan sedih, ada waktunya untuk bersama, ada waktunya untuk berpisah demi meraih hasil yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, saatnya Jokowi mempersiapkan jalan yang lebar untuk negeri ini agar kelak muncul Ahok-Ahok lain yang Bersih Transparan dan Profesional (BTP) untuk memimpin negeri ini, menuju cita-cita pendiri bangsa Indonesia seperti tertuang di dalam UUD 45.

Sementara akun Nusan Tara berkomentar “Jangan pisah plsssss.....plssss tetep di jkt atau nyapres nyawapres bareng,” ungkapnya. "Lakukan pak jokowi. Kami siap mengantarkanmu ke istana," timpal akun Shigy Tahoshi. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya