Berita

Dunia

Lima Orang Tewas dan 300 Tahanan Kabur Pasca Gempa Melanda Chile

RABU, 02 APRIL 2014 | 14:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gempa bumi berkekuatan 8.2 skala richter yang terjadi di lepas pantai Chili pada Selasa malam (1/4) telah menyebabkan bencana susulan berupa tanah longsor serta tsunami.

Menteri Dalam Negeri Chili Rodrigo Penailillo pada Rabu (2/4) mengkonfirmasi bahwa setidaknya lima orang tewas akibat bencana tersebut. Dua di antaranya tewas akibat terkena serangan jantung, sementara tiga lainnya tewas karena tertimpa reruntuhan bagunan ketika gempa terjadi.

U.S. Geological Survey menyebut bahwa gempa berasal dari kedalaman 12.5 mil di bawah laut dan melanda sekitar 100 km sebelah barat laut dari pelabuhan pertambangan Iquique, dekat dengan perbatasan Peru.


Ketika gempa terjadi, terdapat sekitar 300 tahanan mengambil keuntungan dengan melarikan diri dari penjara wanita di Iquique. Namun 26 di antaranya berhasil ditangkap kembali. Pasukan keamanan telah dikerahkan untuk mencari tahanan lainnya.

Sementara itu, Pacific Tsunami Warning Center telah mengeluarkan peringatan bahwa gempa dapat memicu tsunami dengan potensi gelombang setinggi dua meter. Angkatan Laut Chili telah melansir informasi bahwa gelombang besar pertama telah menghantam pesisir pantai, 45 menit setelah gempa terjadi.

Sekalipun gempa tersebut memiliki kekuatan besar, namun getarannya tidak terasa di ibu kota Chili, Santiago yang berjarak sekitar 1.500 km sebelah utara Iquique.

Otoritas setempat melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di daerah pesisir pantai utara Chile demi menghindari terjadinya gelombang susulan.

Seperti dikabarkan Reuters, penduduk setempat terlihat tenang ketika dievakuasi ke tempat yang lokasinya lebih tinggi dan dinilai lebih aman.

Presiden Chili Michelle Bachelet juga telah menerapkan daerah sepanjang pantai utara Chili sebagai zona bencana. Ia menyebut bahwa pihaknya akan mengerahkan pasukan dan bala bantuan polisi untuk menjaga ketertiban umum. Ia juga berjanji akan segera memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh bencana, segera setelah memperbaiki akses jalan yang terututup akibat tanah longsor. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya