Berita

Bendera Chile/net

Dunia

Gempa Bumi Chili Picu Tsunami dan Tanah Longsor

RABU, 02 APRIL 2014 | 10:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah gempa berkekuatan 8.2 skala richter terjadi di lepas pantai Chili utara pada Selasa malam (1/4).

Seperti dilaporkan US Geological Survey, gempa yang melanda sekitar jam 06:46 petang waktu setempat itu berpusat di 60 km sebelah barat laut dari pelabuhan pertambangan Iquique, dekat perbatasan Peru. Gempa berasal dari kedalaman 12,5 kilometer.

Gempa tersebut memicu terjadinya tsunami. Angkatan Laut Chili menyebut bahwa tsunami pertama melanda pesisir pantai sekitar 45 menit setelah gempa terjadi.


Pihak berwenang telah mengevakuasi warga di pesisir pantai dan mengeluarkan peringatan tsunami.

Pacific Tsunami Warning Center juga mengeluarkan peringatan bahwa pesisir sejumlah negara sekitar seperti Peru, Ekuador, Panama, Kosta Rika, dan Nikaragua juga berisiko terkena dampak gempa dan tsunami.

"Gempa sebesar ini memiliki potensi untuk menghasilkan tsunami yang merusak dan bisa menyerang garis pantai di dekat pusat gempa dalam hitungan menit dan garis pantai yang lebih jauh dalam hitungan jam," katanya keterangan badan peringatan tsunami itu seperti dikuti Reuters.

Sementara itu Wakil Menteri Dalam Negeri Chili, Mahmud Aleuy pada Selasa malam menyebut bahwa gempa bumi itu memicu terjadinya tanah longsor. Sekalipun tanah longsor mebgakibatkan sejumlah jalan tertutup namun sejauh ini tidak ada laporan korban tewas ataupun kerusakan yang parah.

Chili merupakan produsen tembaga nomor satu dunia. Namun perusahaan-perusahaan tambang utama di negara tersebut menyebut bahwa tidak ada kerusakan serius atas operasi mereka akibat gempa bumi tersebut.

Pada tahun 2010, gempa berkekuatan 8.8 skala richter yang memicu terjadinya tsunami juga terjadi dan menimbulkan kerusakan serius di sejumlah kota pesisir di Chili selatan dan tengah. Bencana tersebut menewaskan setidaknya 526 orang. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya