Berita

Romahurmuziy/net

Politik

PPP Khawatir Sepinya Kampanye Menjurus ke Politik Uang

RABU, 02 APRIL 2014 | 09:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) khawatir senyapnya kampanye terbuka pemilu 2014 indikasi bakal terjadinya politik uang.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PPP Romahurmuziy menanggapi minimnya parpol menggelar kampanye terbuka dan sepinya kehadiran massa pada sejumlah kampanye terbuka.

"Pengecekan kami pada kampanye terbuka sejumlah parpol yang cukup banyak dihadiri massa menunjukkan mereka massa bayaran, bukan massa militan," kata caleg DPR RI Jateng VII ini dalam rilisnya, Rabu (2/4).


Adapun PPP, klaim Romahurmuziy, sukses menggelar sejumlah kampanye terbuka yang dihadiri massa militan, seperti di Surabaya, Jogja, Magelang, Banyumas, Banjarmasin, Makassar dan Tangsel. PPP juga menggelar kampanye simpatik di beberapa titik seperti Jakarta dan Kebumen untuk membangun komunikasi politik yang baik dengan masyarakat.

Namun demikian, dibandingkan tahun 2009, kampanye terbuka dan maraknya atribut caleg jauh berkurang.

"Yang kami khawatirkan, senyapnya kampanye terbuka mengindikasikan akan maraknya politik uang di beberapa hari menjelang pileg," terang ketua Komisi IV DPR.

Romahurmuziy menungkapkan, dalam sejumlah kampanye dialogisnya, ia tidak pernah lupa menekankan bahwa politik uang hanya akan menghilangkan peluang, yaitu peluang rakyat mendapatkan hak terpenuhinya aspirasi selama lima tahun ke depan. Karena caleg yang mendapatkan kursinya dengan "membeli", dipastikan secara moril tidak akan  pernah ingat dan kembali ke konstituennya untuk menghimpun aspirasi.

"Kami mendapat informasi dari sejumlah daerah, adanya pendataan yang dilakukan caleg parpol lain dengan cara mem-fotokopi kartu keluarga atau KTP. Bahkan di dapil saya yang meliputi Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, sudah ada yang mengedarkan kupon atau girik, untuk ditukarkan dengan sejumlah rupiah pasca pencoblosan," bebernya.

Karenanya PPP tambah Romahurmuziy, pihaknya meminta kepada Bawaslu untuk menyiagakan seluruh aparatnya mengantisipasi dan memproses secara tegas kemungkinan dilakukannya serangan fajar. Ketika ditanya siapa yang kemungkinan besar melakukan ini, Romahurmuziy enggan menunjuk hidung.

"Partai-partai politik dengan sumber pendanaan besar yang terindikasi dari tingginya iklan televisi lah yang kemungkinan besar melakukan itu," demikian Romahurmuziy. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya