Berita

megawati soekarnoputri

Sahkan Outsourcing, Megawati Dinilai Berselingkuh dengan Kapitalisme

SELASA, 01 APRIL 2014 | 19:56 WIB | LAPORAN:

. Kalangan buruh diminta tidak begitu saja percaya terhadap klaim PDI Perjuangan sebagai pendukung perjuangan kelompok pekerja. Pasalnya, buruh tak mengkhususkan suaranya pada satu partai, tetapi diberi kebebasan dalam menentukan pilihan politiknya.

Demikian disampaikan Presiden Koalisi Pekerja/Buruh Selamatkan Indonesia (Konsep Indonesia) Satya Wijayantara dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu, Selasa (1/4).

"Konsep Indonesia menolak dan mengecam klaim para elit-elit parpol, salah satunya PDIP yang melakukan pembajakan suara buruh dengan mengklaim gerakan buruh sebagai pendukungnya, padahal hanya untuk kepentingan politiknya belaka," kata Satya Wijayantara.


Satya menegaskan klaim atas suara buruh oleh kalangan elit PDIP bahkan dianggap sebagai cara pembajakan pemilih kaum buruh. Satya meminta buruh berhati-hati jika ada ajakan pengerahan dukungan untuk partai tertentu.

Apalagi, lanjut Satya, klaim dukungan buruh itu semakin santer pasca penetapan Gubernur DKI Joko Widodo menjadi calon presiden atas mandat dari ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Tindakan pembajakan suara tersebut mengingkari kesejarahan, bahwa di masa Megawati berkuasa dan menjadi presiden terbukti nasib buruh swasta maupun BUMN terpinggirkan," tegas Satya.

Satya menjelaskan, UU 13/2003 tentang Tenaga Kerja Indonesia disahkan saat Megawati menjabat sebagai Presiden. Megawati telah berselingkuh dengan kapitalisme. Malah Megawati juga ikut melegalkan praktek kontrak atau outsourcing terhadap buruh.

"Melakukan privatisasi atau penjualan aset BUMN, diantaranya Indosat, yang menopang Industri strategis di bidang Informasi dan keamanan," beber Satya

Oleh karenanya, Satya meminta kalangan buruh agar mampu berpikir jernih dan cermat menghadapi situasi politik menjelang pemilu 2014. Buruh jangan terpengaruh atas hegemoni politik partai tertentu yang akibatnya malah dimanfaatkan suaranya untuk kepentingan sesaat. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya