Berita

presiden sby/net

Politik

Ray Rangkuti: Cara SBY Ajari Kita Stop Diskusi

SELASA, 01 APRIL 2014 | 13:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengamat demokrasi dan politik Ray Rangkuti menilai Presiden SBY masih bergaya orde baru. Pasalnya, SBY kalau dikritik bukan menjawab kritikan itu dengan argumen, malah ingin menyudahi diskusi tersebut.

Demikian disampaikan Ray Rangkuti menaggapi pernyataan SBY dalam akun twitternya @SBYudhoyono pagi ini yang mengungkapkan, ada yang curiga institusi intelijen "bermain" dalam pemilu, namun SBY malah memilih agar KPU dan Bawaslu serta publik mengawasinya.

"Kalau seperti itu jawabannya, SBY mengajari kita berhenti diskusi. Dia ingin mengakhiri diskusi, bukan membantahnya dengan argumen," ujar Ray kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (1/4).


Seharusnya, kata Ray, SBY membantahnya dan menjelaskan dengan argumen apakah pernah intelijen bermain, kapan dan apa bukti-buktinya.

"Himbauan banyak pihak agar pemilu tidak curang, termasuk tidak melibatkan intelijen adalah realistis," terang Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia ini.

Ray menambahkan, sudah menjadi pengetahuan publik dalam penyelenggaraan pemilu selama ini banyak ditemukan manipulasi, termasuk pilkada hampir 80 persen disengkatakan di Mahkamah Konstitusi.

"Dalam pesta demokrasi tidak pernah sepi dari manipulasi," pungkasnya.

Sebelumnya Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo berharap KPU bersikap transparan, dan pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang bisa bebas dari permainan intelijen. "Kami berharap IT KPU transparan. Kami sangat berharap intelijen negara manapun tidak ikut terlibat dalam proses demokrasi. Jujur, 2009 yang bermain adalah intelijen," kata Tjahjo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya