Berita

Palace Stairs

Dunia

Jerman Kembalikan Lukisan Jarahan Nazi Pada Polandia

SELASA, 01 APRIL 2014 | 12:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier mengembalikan sebuah lukisan peninggalan abad ke-18 pada Menteri Luar negeri Polandia Radoslaw Sikorski di Berlin Jerman pada Senin (31/3).

Lukisan karya seniman Venesia Francesco Guardi berjudul "Palace Stairs" tersebut dijarah oleh Nazi dari Museum Nasional Polandia pada tahun 1939, tak lama setelah Jerman melakukan invasi.

Pasca Perang Dunia II, lukisan itu disimpan di University of Heidelberg dan kemudian diserahkan ke ke Galeri Negara Baden-Wuerttemberg.


Namun pada akhir tahun 1990an, lukisan tersebut baru diketahui milik Polandia.

"Lukisan ini telah melakukan pengembaraan panjang," kata Steinmeier seperti dilansir BBC.

"(Lukisan mewakili) sejarah rumit yang menghubungkan kedua negara kita," lanjutnya dalam upacara penyerahan.

Perbedaan politik antara kedua negara, terutama menganai barang-barang seni yang hilang selama perang, telah menghambat pembicaraan serta kesepakatan atas pengembalian barang peninggalan sejarah.

Di satu sisi Polandia masih mencari ribuan artefaknya yang hilang dan dijarah Nazi semasa perang. Di sisi lain, Jerman juga telah sejak lama berupaya mengembalikan sekitar 300 ribu dokumen karya seni berharga miliknya yang berada di Polandia. Dokumen berharga yang dimaksud berbentuk buku, gambar, serta manuskrip.

Di antara dokumen berharga Jerman tersebut adalah tulisan tangan serta manuskrip sejumlah seniman besar seperti Mozard, Beethoven, dan Bach. Dokumen-dokumen tersebut dibawa Nazi ke Polandia semasa perang untuk diamankan dari kerusakan.

Namun pasca mundurnya pasukan Jerman, dokumen-dokumen tersebut banyak yang tertinggal di Polandia. Saat ini, sebagian besar dokumen karya seni itu di simpan di Jagiellonian University Krakow Polandia.

Oleh karena itu, melalui pengembalian "Palace Stairs" itu Jerman berharap dapat menghidupkan kembali pembicaraan antara kedua negara mengenai artefak budaya serta karya seni peninggalan sejarah. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya