Berita

presiden sby/net

Politik

PEMILU 2014

SBY: Ada yang Curiga Intelijen "Bermain", Silahkan Diawasi

SELASA, 01 APRIL 2014 | 11:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden SBY meminta penyelenggara pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pengawas pemilu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa mewujudkan pemilu yang demokratis dan tertib.

"Saat ini muncul suara "awas, pemilu curang". Kita berharap jajaran KPU, Bawaslu, Kepolisian dan masyarakat bisa cegah kecurangan itu," ujarnya lewat akun twitternya, @SBYudhoyono, Selasa (1/4).

Banyak yang mengatakan ada intimidasi dan paksaan dari sejumlah pejabat daerah. Oleh karena itu SBY minta Panwaslu harus aktif untuk mengawasi dan mencegahnya.


"Ada yang curiga institusi intelijen "bermain". Silakan jajaran Bawaslu dan masyarakat luas awasi. Lebih baik begitu," tegas Kepala Negara ini.

SBY menjelaskan, Indonesia adalah negara hukum. Ada saluran bagi rakyat yang akan mengadu dan menuntut. "Mari kita gunakan cara demokratis yang diatur Undang Undang," ungkapnya.

Sementara untuk Polri dan aparat keamanan lainnya harus bekerja penuh sebelum, selama dan setelah pemungutan suara untuk pastikan pemilu yang tertib dan aman.

"Jaga netralitas TNI dan Polri, tidak boleh tergoda kekuasaan. Selama berstatus aktif, TNI dan Polri harus tetap lurus, tidak berpolitik," tandas SBY.

 Sebelumnya Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo berharap KPU bersikap transparan, dan pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang bisa bebas dari permainan intelijen. "Kami berharap IT KPU transparan. Kami sangat berharap intelijen negara manapun tidak ikut terlibat dalam proses demokrasi. Jujur, 2009 yang bermain adalah intelijen," kata Tjahjo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya