Berita

mega dan jokowi/net

Politik

PDIP Harus Ambil Langkah Ini Agar Tidak Gembos

SELASA, 01 APRIL 2014 | 07:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Potret 20,1 persen elektabiltas PDI Perjuangan yang dirilis lembaga survei Centre for Stategic and International Studies (CSIS) kemarin belum bulat. Pasalnnya sekitar 50 persen dari total pemilih terhadap partai politik masih bisa berubah pikiran.

Kemarin CSIS merilis hasil survei pilihan masyarakat terhadap 12 partai politik; PDIP 20,1 persen, Golkar 15,8 persen, Gerindra 11,3 persen, Hanura 6,7 persen, PKB 6,7 persen, Demokrat 5,8 persen, PAN 4,8 persen, PPP 3,5 persen, PKS 3,4 persen, Nasdem 3,2 persen, PBB 1,3 persen, dan PKPI 0,5 persen.

Menurut pengamat politik dari Fisip UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, dari survei itu perolehan suara PDIP jelang pemungutan suara 9 April ini belum stabil, masih bisa naik dan turun. Termasuk setelah diumumkannya nama Joko Widodo sebagai calon presiden.


"PDIP harus ambil langkah-langkah untuk bisa melompat dari 20,1 persen itu," kata Teguh dalam perbicangan dengan redaksi pagi ini (Selasa, 1/4).

Strategi yang pas dan mungkin bisa dilakukan saat ini oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu adalah, mengumumkan program dan kompetensi Jokowi jika terpilih jadi presiden, dan mengumumkan calon wakil presiden pendamping Jokowi.

"Bagaimana pun cawapres itu akan menentukan pemilih publik," demikian Teguh. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya