Berita

foto:net

Malaysia Diminta Jalankan Asean Economic Community dengan Tulus

Kenapa Film The Raid 2: Berandal Dicekal?
SELASA, 01 APRIL 2014 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah Malaysia diminta menjelaskan pelarangan peredaran film laga The Raid 2: Berandal. Film tersebut seharusnya sudah tayang di layar perak di bioskop-bioskop Malaysia sejak 27 Maret lalu, tapi hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah negeri jiran itu mengenai kenapa film ini tidak juga ditayangkan.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Pembina sekaligus Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo dalam keterangan persnya sesaat lalu, Selasa (1/4).

Menurut Edhie, film laga yang dibintangi Iko Uwais dan disutradari Gareth Evans ini seharusnya bisa merupakan contoh bangkitnya industri kreatif di Asia. "Film laga karya anak bangsa The Raid 2: Berandal, ini sudah tayang serentak di bioskop Indonesia dan Amerika, sejak hari ini. Film ini juga sudah banyak menuai pujian dari kritikus film dunia saat diputar di Sundance Festival 2014," puji Edhie.


Namun sungguh sangat disayangkan kalau Pemerintah Malaysia mencekal peredaran film ini di Malaysia tanpa memberikan alasanya. "Alasan pencekalan dibutuhkan untuk perkembangan industri kreatif di Indonesia, maupun Asean," jelas Ipar Presiden SBY ini.

"Asean Economic Community dijadwalkan efektif per Desember 2014. Saya berharap negara Asean benar-benar akan menjalaninya dengan tulus, dan bukanya malah melakukan pencakalan akan produk-produk baik asal negara tetangganya," ungkap Edhie, sembari meminta Departemen Luar Negeri RI untuk dapat turut aktif melakukan peran mediasi dengan Pemerintah Malaysia.

Di Indonesia sendiri, lanjut mantan Kepala Kasad ini, kontribusi bidang usaha industri film, video dan fotografi mencapai Rp. 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2013. Angka ini naik 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp. 7,4 triliun. "Saya berharap industri kreatif bisa makin berkembang di kemudian hari dan menjadi primadona di sektor non-migas," demikian Edhie. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya