Berita

sby/net

Politik

PDIP Yakin Jokowi Tak Seperti SBY yang Gagal Pimpin Koalisi

SENIN, 31 MARET 2014 | 09:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sepuluh tahun menjadi presiden, SBY dinilai gagal memimpin partai koalisi pendukung pemerintah yang tergabung dalam koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab).

Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, jika partainya nanti jadi pemenang pemilu dan Jokowi dipercaya jadi presiden, pihaknya akan membangun koalisi yang solid dan sepenuhnya berada di belakang pemerintah. Menurut Tjahjo, Jokowi tidak ingin mengulang kesalahan yang dibuat SBY dalam menggalang koalisi.

"Berdasarkan pengalaman kita, 10 tahun terakhir koalisi Setgab justru mengganggu jalannya pemerintahan," kata Tjahjo di Malang, Jawa Timur, Minggu malam (30/3).


Namun untuk membahas koalisi, lanjut Anggota DPR ini, pihakanya baru akan membicarakannya setelah pemungutan suara pemilu legislatif tanggal 9 April mendatang. Saat ini, PDIP bersama Jokowi masih merumuskan syarat-syarat bagi partai yang ingin bergabung pada Pemilu presiden nanti.

Meski demikian, sampai saat ini sambung Tjahjo seperti diberitakan JPNN, sudah ada 10 parpol peserta pemilu yang membuka komunikasi dengan partainya untuk penjajakan koalisi. Namun, Tjahjo membantah adanya pembicaraan tentang koalisi maupun calon wakil presiden pendamping Jokowi dengan partai-partai itu.

"Baru penjajakan, kita cuma tanya jawab saja. Komunikasi politik lah," pungkasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya