Berita

presiden sby/net

Politik

SBY Tidak Hanya Surati Raja Arab Saudi

MINGGU, 30 MARET 2014 | 19:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah terus berusaha keras memohon pengampunan dari pihak keluarga korban, agar Tenaga Kerja Indonesia (TNI) di luar negeri yang bermasalah seperti hukuman pancung diberi keringanan.

Demikian disampaikan Presiden SBY saat bertemu dengan keluarga Satinah, Siti Zaenab, Tuti Tursilawati dan Karni, TKI yang terkena masalah hukum di Arab. Pertemuan itu digelar di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (30/3).

"Saya sendiri bukan hanya tulis surat, tetapi juga berbicara melalui telpon/laksanakan pertemuan dengan tujuan peringanan hukuman," kata Presiden seperti dilansir dari akun twitter @SBYudhoyono sesaat lalu.


Menurut Kepala Negara, negosiasi tidak bisa terus dijelaskan pada masyarakat, untuk menghindari kegaduhan masyarakat di negara yang bersangkutan, karena mereka juga ingin masalah ini diselesaikan baik.

SBY menjelaskan, untuk kasus Satinah yang harusnya menjalani hukuman mati pada tahun 2011, telah ditangguhkan tiga tahun dengan tiga kali surat yang dikirim. Hingga kini terus diupayakan untuk pengampunan.

"Kami akan terus bekerja, tidak akan putus asa. Mudah-mudahan ikhtiar kita diridhai Allah SWT, akan kami jalankan sekuat tenaga dengan ikhlas," ucapnya.

Terakhir SBY menjelaskan, keluarga para terpidana mati juga sampaikan terima kasih kepada pemerintah dan mohon doa masyarakat Indonesia semoga keluarga mereka dibebaskan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya