Berita

valdimir putin/russia today

Dunia

Putin Telepon Obama Bahas Skenario di Ukraina

SABTU, 29 MARET 2014 | 09:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Jumat (28/3).

Kedua pemimpin negara tersebut membahas krisis sosial dan politik yang tengah terjadi di Ukraina serta kemungkinan skenario yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut.

Menurut keterangan yang dikeluarkan Rusia, dijelaskan bahwa dalam pembicaraan selama sekitar satu jam itu Putin menyoroti mengenai adanya tindakan yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis untuk melakukan intimidasi terhadap warga sipil, instansi pemerintah serta penegak hukum di Kiev dan daerah lainnya di Ukraina.


Dalam konteks ini, Putin mengusulkan pada Obama untuk mempertimbangkan adanya kemungkinan langkah bagi masyarakat internasional untuk membantu stabilisasi dan penyelesaian atas situasi tersebut.

Sementara itu, menurut keterangan dari Gedung Putih, pembicaraan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang diajukan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry kepada Menteri Luar Negeri Rusia  Sergey Lavrov di Hague awal pekan ini terkait kemungkinan adanya solusi diplomatik untuk menyelesaikan masalah di Ukraina.

Kedua pemimpin negara tersebut, seperti dilansir Russia Today, sepakat bahwa kerjasama tersebut akan dibahas oleh para menteri luar negeri kedua belah pihak.

Untuk diketahui, hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Rusia mengalami masa tegang terutama setelah keputusan wilayah Krimea untuk menggelar referendum yang menyatakan pemisahan diri dari Ukraina untuk bergabung dengan Rusia.

Rusia menyebut bahwa hal tersebut dilakukan Krimea karena adanya tekanan dari kelompok ekstrimis terhadap warga Krimea yang mayoritas berbahasa Rusia. Akan tetapi, Amerika Serikat mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal.

Sebagai bentuk kecaman, Amerika Serikat memberikan sanksi kepada sejumlah pejabat tinggi Rusia. Beberapa waktu kemudian, hal serupa juga diterapkan oleh pihak Rusia. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya