Berita

Iklan Dahlan Iskan di YouTube: Stop Pemberi Harapan Palsu

JUMAT, 28 MARET 2014 | 22:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Iklan kreatif Dahlan Iskan yang ditampilkan di media YouTube menuai pujian. Bahkan, iklan calon presiden Konvensi Partai Demokrat itu disebut paling segar di antara iklan capres-capres lainnya.

"Iklan @iskan_dahlan ini paling segar diantara iklan2 kampanye yg bertebaran di TV dan online (klik, red) sampai hari ini," jelas CEO Virtual Consulting, Nukman Luthfie, di akun Twitter-nya, @nukman (Jumat, 28/3).

Iklan 'Dahlan Iskan versi Taman' yang berdurasi 60 detik ini menampilkan sepasang perempuan dan lelaki di sebuah taman. Digambarkan, pada tahun 2012 lelaki datang menghampiri teman wanitanya itu dengan membawa sebuah gift box. Sang wanita tampak sangat bersemangat saat membukanya. Namun, dia kecewa karena ternyata hanya berisi boneka gantungan kunci.


Pada tahun 2013, sang lelaki kembali datang. Lagi-lagi dengan membawa gift box. Tapi sang wanita kembali menelan pil pahit karena ternyata hanya berisi lipstick. Saat datang lagi pada tahun 2014, sang wanita itu tak mau lagi kecolongan.

"Kalau kali ini bukan cincin tunangan, aku buang," ancam sang wanita tersebut.

Namun, sang lelaki itu hanya bisa menjawab,"Anu..anu.." Karena ternyata dia hanya seorang pemberi harapan palsu alias PHP.

"Stop PHP, waktunya kepastian! Dahlan Iskan, Das Des.. Set Set Wuet!" begitu pesan penutup iklan tersebut.

Iklan yang diunggah sejak kemarin ini sudah dilihat 1.610 pengunjung. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya