Berita

ilustrasi/net

Tiongkok Targetkan Kota Terlarang Jadi Museum Kelas Satu Tahun 2020

KAMIS, 27 MARET 2014 | 15:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Tiongkok akan segera mengontrol ketat jumlah pengunjung kawasan istana kekaisaran yang kini dijadikan museum dengan nama Forbidden City atau Kota Terlarang.

Rencana itu diumumkan oleh pihak pengelola museum pada Rabu (26/3). Salah satu bagian dari rencana tersebut adalah dengan melarang pemegang tiket tahunan atau annual ticket untuk mengunjungi kawasan selama waktu-waktu padat pengunjung.

Kepala museum, Shan Jixiang,mengatakan bahwa rencana itu dilakukan untuk melestarikan museum, mengontrol jumlah pengunjung serta meningkatkan perlindungan bagi situs peninggalan sejarah itu.


Shan mengungkapkan bahwa rencana itu telah disetujui oleh Dewan Kenegaraan Tiongkok. Dewan Kenegaraan menyebut bahwa rencana tersebut akan membantu Kota Terlarang untuk menjadi kawasan museum kelas satu pada tahun 2020 mendatang, bertepatan dengan 600 tahun berdirinya istana tersebut.

Kota Terlarang yang terletak di pusat kota Beijing tersebut merupaka rumah bagi kaisar Tiongkok dan merupakan pusat tertinggi kekuasaan negara tersebut selama sekitar 500 tahun.

Selain mengontrol jumlah pengunjung, di museum juga akan dilakukan renovasi gudang bawah tanah, pemulihan benda-benda peninggalan budaya serta membangun kembali infrastruktur yang lebih memadai.

Bukan hanya itu, jelas Shan, sebagaimana dilansir Xinhua taman yang terletak di dekat gerbang utama Kota Terlarang juga akan direnovasi. Pengelola juga akan mencabut sejumlah gerbang penjaga dan membangun dua pusat wisatawan di kawasan wisata itu.

Diketahui, Kota terlarang dapat menarik sekitar 14 juta pengunjung domestik maupun mancanegara setiap tahunnya. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya