Berita

ilustrasi/net

PESAWAT MH370 HILANG

Malaysia Tutup Pencarian di Koridor Utara Setelah Temukan 122 Objek Baru

KAMIS, 27 MARET 2014 | 13:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Malaysia mengumumkan bahwa ada 122 objek potensial tangkapan citra satelit yang bisa saja terkait dengan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein dalam konferensi pers pada Rabu (26/3) berdasarkan data terbaru dari citra satelit dari Airbus Defense and Space Prancis. Citra satelit tersebut diketahui diambil pada hari Minggu (23/3) dan baru diinformasikan dua hari setalahnya.

Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh Badan Penginderaan JauhMalaysia atau Malaysian Remote Sensing Agency (MRSA), kata Hishammuddin, 122 objek potensial tersebut dapat diidentifikasi di area perairan yang luasnya sekitar 400 km persegi.


Sejumlah objek yang ditangkap berukuran beberapa meter, dan ada juga yang berukuran lebih besar sekitar 23 meter. Sementara itu beberapa objek juga ditemukan tampak cerah yang mengindikasikan bahwa objek tersebut merupakan benda padat.

Sejumlah objek potensial yang baru ditemukan terletak sekitar 2.557 km dari Perth.

Lebih lanjut Hishammuddin menyebut bahwa ia dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menggelar perbincangan dengan utusan khusus China, Zhang Yesui pada hari yang sama.

Dalam perbincangan, kata Hishammuddin, menyebut bahwa China terus memperbaharui informasi terbaru dari perusahaan Inggris Inmarsat.

Ia menambahkan saat ini telah dibentuk kelompok kerja internasional baru yang dirikan atas dasar informasi dari Inmarsat. Kelompok kerja tersebut terdiri dari Inmarsat, AAIB, the Chinese CAAC dan AAID, NTSB, FAA, Boeing, Rolls Royce, dan pemerintah Malaysia.

Hishammuddin menyebut bahwa Australia saat ini membagi pencarian di dua sektor, yaki timur dan barat di mana di setiap area terdapat enam pesawat yang dikerahkan untuk mencari pesawat.

"Dua kapan juga akan bergabung dalam pencarian," jelasnya sambil menambahkan bahwa operasi pencarian di koridor utara dan bagian utara dari koridor selatan telah dihentikan. Demikian seperti dilansir kantor berita China Xinhua. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya