Berita

Dunia

Utusan Khusus China Pantau Perkembangan Nasib MH370 di Malaysia

KAMIS, 27 MARET 2014 | 12:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah China mengirimkan Wakil Menteri Luar Negeri China, Zhang Yesui, ke Malaysia sebagai utusan khusus untuk memantau perkembangan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) 777-200 ER nomor penerbangan MH370.

Zhang yang tiba di Malaysia pada Rabu siang (26/3) langsung menggelar pertemuan dengan Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein di Putra World Trade Centre Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Duta Besar China untuk Malaysia, Huang Huikang dan sejumlah pejabat China lainnya. Sementara itu dari pihak Malaysia turut hadir Kepala Eksekutif MAS Group Ahmad Jauhari Yahya, Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil Azharuddin Abdul Rahman dan kepala Royal Malaysian Air Force (RMAF) Gen Tan Sri Rodzali Daud.


Kedua belah pihak, seperti dikabarkan kantor berita Malaysia Bernama, membahas nasib MH370 dan 239 orang di dalamnya yang belum juga mendapat kejelasan hingga masuk pencarian pekan ketiga.

Pencarian yang melibatkan multinasional semula difokuskan di Laut China Selatan. Namun setelah diketahui bahwa pesawat telah menyimpang dari jalur seharusnya, pencarian kemudian difokuskan di dua koridor yakni koridor utara dan koridor selatan. Koridor utara membentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke bagian utara Thailand. Sedangkan Koridor selatan membentang dari Indonesia hingga ke Samudera Hindia.

Analisa satelit terbaru dari perusahaan Inggris Inmarsat dan UK Air Accidents Investigation Branch (AAIB) menyimpulkan pesawat terbang ke koridor selatan dan posisi terakhirnya berada di tengah Samudera Hindia atau sebelah barat dari Perth Australia.

Berdasarkan sejumlah data dan analisa itu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kemudian mengumumkan pada Senin (24/3) bahwa pesawat berakhir di Samudera Hindia. Pengumuman tersebut mendapat protes dari pihak keluarga penumpang, terutama yang bersal dari negara China, pasalnya pengumuman tidak disertai dengan bukti dan temuan yang valid.

Dalam pesawat tersebut, mayoritas penumpang atau 154 orang yang berada di dalamnya, merupakan warga negara China. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya