Berita

ilustrasi/net

Amerika Serikat Harus Pahami Nuklir Korea Utara dengan Tepat!

KAMIS, 27 MARET 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Amerika Serikat harus memahami secara tepat bahwa nuklir Korea Utara bukan merupakan alat yang dapat digunakan sebagai bahan tawar-menawar ataupun untuk membuat kesepakatan, melainkan adalah alat yang digunakan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Russian Association for the Study of the Juche Idea melalui pernyataanya pda 18 Maret lalu, seperti dilansir kantor berita Korea Utara, KCNA pada Kamis (26/3).

Melalui pernyataan, asosiasi tersebut juga menilai bahwa Amerika Serikat telah melakukan konspirasi terhadap Korea Utara tekait isu hak asasi manusia (HAM).


Sementara itu, asosiasi lainnya yakni Karelia-DPRK Friendship Association of Russia pada 19 Maret lalu juga mengeluarkan pernyataan serupa yang menyebut bahwa tindakan Amerika Serikat yang melakukan
isolasi politik, ekonomi dan militer terhadap Korea Utara saat  ini telah berada pada tahap serius.

Tindakan intervensi politik Amerika Serikat kepada negara-negara berdaulat dinilai sebagai bentuk terorisme yang disponsori negara, dan hal tersebut juga merupakan bentuk pelanggaran HAM.

Amerika Serikat juga dinilai tidak memiliki kualilfikasi poilitik yang legal untuk menyebut dirinya sebagai 'hakim HAM' karena merupakan negara yang memiliki catatan buruk terkait pelanggaran HAM. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya